yang kita tahu, mereka sering gonta-ganti pacar itu karena dia tidak bisa bertahan dengan orang yang sama dalam jangka panjang. yang kita tahu, dia memiliki banyak gebetan karena ia mudah jatuh cinta. yang kita tahu, dia menebar pesonanya ke banyak lelaki atau perempuan karena ia sedang melakukan seleksi.
yang kita sangka, mereka tidak punya kekasih karena terlalu pemilih, selektif, dan tidak bisa membuka hatinya untuk orang yang menyukainya. yang kita sangka, dia (perempuan) menutup rapat pintu menuju hatinya untuk laki-laki karena dia tidak mau memberi laki-laki itu kesempatan. atau, yang kita sangka, perempuan itu membuka peluang untuk semua laki-laki yang mendekatinya karena ia senang diperhatikan banyak orang. apa salahnya kalau perempuan juga selektif seperti laki-laki?. toh semua orang ingin yang terbaik.
kemarin malam seorang temanku, Mila, menceritakan mengapa ia seringkali gonta-ganti kekasih. kalau tidak salah menghitung, dalam dua tahun terkahir ia sudah putus dari lima pria. lalu ia menceritakan alasannya, yang akhirnya menggugahku untuk menuliskannya disini.
Gonta-ganti kekasih
pernah tidak kalian tidak berpikir buruk mengapa ia sering sekali berganti kekasih?. alasannya sepele, mereka tidak cocok. bukan berarti mereka berhenti cocok, setelah awalnya memaksakan diri mereka untuk cocok dengan pasangannya.
dari sisi perempuan, mengapa ia pada awalnya menerima seorang pria menjadi kekasihnya adalah, karena ia ingin dicintai. ia berpikir karena pada saat mereka dekat, muncul perasaan yang membuatnya merasa nyaman berada di dekat sang pria. apakah itu sebuah kesalahan?. tentu tidak kan, ada hal setiap perempuan untuk mencoba bersama dengan pria yang mencintainya, dari sana ia belajar mencintai. meskipun pada akhirnya mereka tidak cocok dan berpisah.
dari sisi laki-laki, mengapa ia seringkali ganti kekasih, dalam beberapa hal mungkin sama dengan perempuan. apa salahnya jika perasaan nyaman yang ia rasakan mengundangnya untuk menyatakan kesukaannya kepada perempuan pilihannya itu. kalau toh nanti banyak ketidaksamaan sejalan hubungan mereka, tentu hal itu tidak bisa diukur sebagai kesalahan salah satu pihak saja.
Banyak gebetan
Mila menyatakan bahwa saat ini ia memiliki beberapa gebetan atau teman dekat. lalu apakah salah jika perempuan melakukan hal itu?. perempuan tentu secara tidak sengaja menjadikan pria yang mendekatinya sebagai gebetan. toh apa salahnya menyeleksi yang terbaik diantara yang baik, bukan?. begitu pula dengan laki-laki. tidak jarang mereka juga mendekati banyak perempuan dalam satu waktu. mereka mungkin tidak bermaksud playboy dan PHP, tapi mereka hanya belum bisa menentukan kepada siapa ia akan menyatakan sukanya. seperti jika kalian suka pisang, suka stroberi, kemudian suka mangga secara bersamaan. lumrah.
Sulit membuka hati
perempuan atau laki-laki yang memutuskan untuk tidak sembarangan menerima atau menyatakan cinta kepada orang yang ia suka bisa kusebut super. mereka lebih kepada mencoba memastikan apakah hal tersebut yang memang mereka inginkan atau hanya perasaan suka sesaat saja. perempuan yang sulit membuka hati bisa saja karena dulu ia pernah mengalami patah hati yang begitu sakit. atau jika ia laki-laki, mungkin saja ia sedang memendam rindunya kepada perempuan pujaan hatinya yang dulu pernah membagi hati untuknya. wajar saja.
Tidak mudah klop
sama seperti memakai baju, tentu kadar pantas tidak pantas, atau cocok tidak cocok antara satu orang dengan lainnya akan berbeda. bisa saja ia perempuan manja yang ingin punya kekasih yang selalu ada untuknya. atau ia laki-laki yang butuh perempuan mandiri yang tidak terlalu bergantung padanya.
kalo toh mereka memutuskan untuk tidak bersama lagi, pasti mereka sudah memikirkan baik dan buruknya secara benar. bukan berarti mereka adalah orang yang tidak mudah klop dengan orang lain. mereka sudah mencoba, namun gagal. thats it. harap dimaklumi bukan dihakimi.
yang aku tahu, setiap kelangsungan atau kegagalan sebuah hubungan berhubungan dengan peran dua orang yang menjalaninya. bagaimana mereka bisa pintar dalam membagi toleransi, menurunkan ego, dan mengedepankan solusi yang tidak menyakiti salah satunya. jika mereka sudah mencoba dan gagal, mungkin mereka tidak diciptakan untuk bersisian.
berhentilah "mengatai" mereka yang sering berganti kekasih dengan julukan playboy/playgirl. jangan ada lagi kalimat mengatakan bahwa mereka banyak memilih dan tidak berusaha menerima kekurangan pasangan. hei..mereka sudah mencoba namun gagal. jika toh mereka memilih untuk tidak mengumbar cinta dan sulit membuka hatinya, itu tidak lebih dari ia yang tidak ingin hatinya terluka atau melukai.
"maklumi, bukan hakimi"
(ew).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar