Minggu, 26 Oktober 2014

Pantaskah Aku Marah Kepada Tuhan?


well..meskipun melewatkan sabtu yang cukup membuat shock, karena handphone yang cicilannya belum lunas (becanda) raib entah digondol siapa, sandal putus tidak pada tempatnnya, kereta penuh sesak dan gangguan pulak. pagi ini aku tidak akan bercerita tentang semua itu, tapi balik lagi ke my (friend) true story.

nama temanku itu adalah Mira. ia hanya setahun lebih tua dari aku dari segi usia. saat ini ia sedang meneruskan studi S2 nya di sebuah kampus swasta jakarta. beberapa hari lalu aku bertemu dengannya dan sempat bercerita panjang.

setahun yang lalu, Mira memiliki seorang kekasih, sebut saja Angga. Mira dan Angga adalah hasil mak comblang teman mereka sendiri. Angga bekerja di Bandung, sehingga kemungkinan hanya seminggu sekali mereka bertemu.

Mira bercerita bahwa mereka dekat sejak Angga bukan siapa-siapa. kemana-mana masih menggunakan angkutan umum, hingga saat ini ia sudah bekerja dan memiliki kendaraan pribadi. tentu Mira memiliki kebanggan tersendiri karena bisa menemani Angga mulai dari nol hingga berhasil seperti sekarang.

mencintai seseorang bukan soal berapa lama kita mengenalnya. itu yang dirasakan Mira. meskipun hubungan mereka terbilang masih baru, tapi Mira merasakan bahwa ia menyayangi Angga begitu dalam. ketika hubungan mereka masuk bulan keempat, Angga memutuskan untuk memperkenalkan Mira kepada ayah dan ibunya.

sepulang dari perkenalan itu, ibunda Angga menyampaikan bahwa ia tidak menyukai Mira. tidak menyukai dalam arti tidak menyetujui jika nantinya Angga memutuskan untuk menikahi Mira. dan Angga pun menyampaikannya kepada Mira. tentu saja hal itu membuatnya shock.

Mira tentu ingin tahu kenapa ibunda Angga tidak menerimanya. menurut penjelasan Angga, hal itu didasari karena mereka berbeda suku. Mira merasa masalah suku bukanlah masalah dasar pada era modern seperti sekarang ini. jika ini masalah akhlaknya yang buruk, mungkin Mira akan menerimanya. akhirnya Mira meyakinkan Angga untuk mencoba meyakinkan ibunda Angga secara pelan-pelan.

Mira merasa jika ia anak seorang penjahat atau mantan narapidana, kemudian hubungan itu tidak disetujui, tentu Mira akan sangat bisa menerima. jika hanya masalah suku yang kebetulan berbeda, siapa yang bisa merubah suku?. darah yang mengalir sejak mereka dilahirkan tidak akan pernah bisa ditukar dan membuatnya berganti suku. "mengapa kita memiliki rasa yang sama, jika pada waktu yang bersamaan, kita diciptakan berbeda?".

"tidak ada yang bisa memilih terlahir dari orangtua mana"

hingga ketika hubungan mereka masuk ke umur sembilan bulan, akhirnya Angga menyerah dan mengakhiri hubungan mereka. Mira hanya bisa pasrah menerima keputusan Angga dan menangis melihat Angga yang sudah menggandeng perempuan lain tidak lama setelah mereka putus, yang kebetulan satu suku dengannya. Mira sempat menghubungi Angga beberapa kali untuk memintanya kembali, tapi tidak ada hasil yang ia dapat. hal itu karena Angga merasa masalah restu ibunya adalah hal yang sangat besar dan ia tidak berani menentangnya.

mulai hari itu, Mira protes kepada Tuhan nya. ia mulai meninggalkan kewajibannya dalam beribadah. setiap hari ia hanya menangis dan tidak melakukan apapun. tesisnya terlantar dan badannya semakin kurus karena jarang makan. ia merasa bahwa Tuhan tidak adil terhadapnya dan menimpakan cobaan yang begitu berat kepadanya.

disaat ia bersungguh-sunggu menjalankan perintah-Nya, berdoa dan beribadah dengan taat, tapi hanya cobaan berat yang ia dapat. Mira depresi dan kehilangan tujuan hidupnya. ia sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari karena terserang typus.

lima bulan ia sama sekali tidak melakukan apapun selain menangisi nasib dan takdir yang ditimpakan kepadanya. hingga suatu saat ia mulai merasa bahwa dirinya tidak waras dan kehilangan pegangan hidupnya. Mira memutuskan mendatangi seorang psikiater untuk berkonsultasi.

sepertinya Mira datang kepada orang yang tepat. ibu psikiater (ibu Rini)  tersebut menyatakan bahwa Mira dilanda stres berat karena ketidakterimaannya dengan apa yang terjadi. ibu tersebut mulai memberikan sedikit nasihat-nasihat kepada Mira. mulai tentang cinta, pengendalian emosi, hingga masalah agama. kebetulan sekali ibu tersebut satu agama dengan Mira, sehingga lebih mudah dalam mengembalikan kepercayaan Mira kepada Tuhan.

Mira dan ibu Rini sempat intens bertemu seminggu sekali selama empat bulan. dari sana Mira mulai menata kembali hidupnya. diawali dengan menyapa kembali Tuhan yang sudah ia "lupakan" selama ini. tesis yang sempat terbengkalai mulai ia sentuh lagi, meskipun ia harus mengulangnya dari awal karena satu dan lain hal.

hingga saat aku menuliskan cerita ini, Mira masih mengharapkan keajaiban yang membawa Angga kembali padanya dan meninggalkan kekasihnya. aku yang mendengar ceritanya saja sudah merinding. tidak terpikirkan jika itu dialami olehku sendiri. semoga tidak ada lagi teman-teman terdekatku yang mengalami hal ini. membenci Tuhan karena cobaan yang dialaminya.

yang masih belum bisa aku terima sebenarnya adalah, kenapa masalah suku menjadi masalah dalam hubungan sepasang kekasih?. menurutku yang (orang bodoh ini), jika agamanya yang berbeda, atau sifatnya yang menyimpang, atau mungkin sejenis (sesama laki-laki atau sesama perempuan), baru itu akan menjadi masalah.

ya mungkin memang benar kata orang, menikah itu bukan cuma masalah dua orang, tetapi dua keluarga. toh jika Mira dan Angga memaksakan hubungan  mereka dan menikah, bagaimana jika ibunda Angga tetap tidak merestuinya. restu ibu memang di atas segala-galanya. toh kalau memang Mira dan Angga memaksakan hubungan mereka, bagaimana jika perasaan mereka semakin dalam, tentu akan lebih lagi sakit yang nanti mereka rasakan jika mereka berpisah.

tapi, sebagai manusia, pantaskah kita marah kepada Tuhan yang sudah dengan baik hati tetap menjaga jantungmu berdetak saat ini?. yang membantumu tetap bernapas hingga detik ini?. pastaskah kita membenci-Nya hanya karena sebagai manusia kita belum bisa menerima setiap cobaan-Nya sebagai sebuah pembelajaran untuk hidup kita?.

maaf kalau terlalu super hari ini, haha (peace). mungkin dampak kehilangan hp dan kepentok tembok ketika bangun tidur tadi pagi (eh).

(ew)

1 komentar:

  1. saya juga sering marah kpda tuhan, krna sejak saya msh kecil sampai skrng tuhan menimpakan berbagai masalah dan penderita an.. tuhan jadi spt sosok yg kejam.. saya umur 42 thn msh nganggur dan jomblo. dulu thn 2003 saat msh kerja di majalaya bdg saya sering dimutasi, diremehkan teman dan atasan krna otak dan tenaga saya payah, uang sering dipinjam teman teman tp bnyk yg tdk mau bayar, shg saya tdk betah dan mengundurkan diri, nyari kerja lg baru sebentar dipecat krna tdk becus kerja, nyari kerja lg sulit. di kampung saya di prwkerto buka usaha kecil kecilan bangkrut, jualan barang secara online tdk laku laku.. dulu saya di bdg kalau nyari jodoh sering ditolak cewe, diremehkan cewe, dibohongi teman, dimanfaatkan teman, diancam org, dipukul orang dll.. di kampung saya nyari jodoh tambah sulit krna sepi dan cewe yg jarang ada yg cantik, kalau ada yg agak cantik saingannya bnyk.. akibatnya saya selama 15 thn tiap hari marah marah, berkata kotor, susah tidur, kdng banting barang barang, sering berdoa yg buruk buruk dll. apa saya kena gangguan ghaib? dulu kakek dan uwa saya paranormal sakti.. saya sdh 12thn agak rajin ibadah tp nasib tdk berubah.. dulu thn 2003 saat merantau ke bdg saya melamar cewe nama nya nurjanah (ciparay), tp lamaran saya ditolak, saya sampai skrng blm mampu melupakan dia. yg bikin saya cinta mati dg nur krna dia cantik, pendiam, lugu, rajin sholat, tdk matre, jarang keluyuran, dia juga jadi tulang punggung keluarga krna ortu nya petani miskin. saya mengira nur jodoh saya, krna saya kalau ada di dkt dia hidup saya semangat, hati saya damai, tp ternyata dia cewe yg paling sulit saya dapatkan. saya ngejar dia 2 thn (2001-2003) tp saya ditolak habis habisan pdhl dia sdh putus dg pacarnya. saya bilang kpd dia saya tdk akan nikah atau akan bunuhdiri jika dia menolak saya terus, tp dia tetap menolak saya. nur mentang2 cantik shg sombong dan jual mahal. saya pernah diusir sama dia saat saya main ke rumahnya, mungkin dia sdh dipelet cowok lain shg kelakuan nya spt kemasukan jin.. dia memuja mantan cowoknya dan dia meremehkan saya. saya nyari cewe yg lain gagal lg. saya ditolak lagi, dibohongi teman, dimanfaatkan teman dll saat nyari cewe. saya sdh pernah ditolak cewe 7x. bukan krna saya kurang ganteng tp krna saya cupu dan loyo. cewe suka cowo yg jantan atau yg mapan. thn 2005 saat nur sdh nikah dg mantan pacar nya saya sering kirim surat berisi kata kata kasar dan ancaman kpda dia shg dia keguguran 3x krna sakit hati, kemudian thn 2009 dia cerai dg suaminya dan nur mencari cari saya supaya saya melamar dia, tp saya tdk berani datang krna saya yg merusak rumah tangga dia. selain itu saya sdh di kampung tdk merantau ke bdg lagi. tp saya sdh minta maaf kpd nur lewat surat. krna dulu saya lg stres berat krna saya merantau ke bdg sering dijahati org dan sering ditolak cewe. kemudian saya pulang kampung saya nganggur dan jomblo berthn thn. kalau nur bukan jodoh saya, kenapa saya seumur hidup cuma mencintai dia seorg. kpda cewe lain saya tdk pernah bsa mantap.. saya selalu ragu, minder dll.. saya yg berjuang dan berkorban mati matian utk mendapatkan nur, saya tdk dpt apa apa, tp cowok lain yg nyantai malah bsa nikah dg dia. mungkin krna saya cucu paranormal sakti shg nasib saya sial terus. meski saya terus meningkatkan ibadah tp nasib tdk pernah berubah. saya sejak kecil sering dibully teman. ada yg bilang saya bodoh dan lemah, manusia aneh, tdk punya masa depan, tdk berguna dll..saya kalau dihina, ditipu, dipukul, difitnah dll saya msh agak tegar tp saya kalau ditolak cewe, terutama cewe yg sangat saya cintai saya langsung terpuruk.. saya skrng males nyari cewe dan nyari kerja krna trauma. selain itu hati saya dipenuhi kemarahan, kebencian dan dendam.. solusinya bgmana? wassalam..

    BalasHapus