mengucapkan selamat kepada sahabat-sahabat dan saudara-saudara terdekat yang telah naik level. aku katakan naik level karena mereka sudah menyelesaikan satu babak dan sampai finish, dan saat ini mereka memulai start baru untuk level selanjutnya. yap..menikah. selamat kepada kalian yang menemukan jodoh kalian dan menikah di bulan ini. ada empat orang sahabat/saudara dekat yang melangsungkan pernikahannya bulan ini (oktober 2014). iam happy for all of you!.
yang akan aku tuliskan hari ini menyangkut tentang salah satu dari ke-empat orang tersebut. namanya Agus. aku kenal Agus sejak aku semester tiga, kebetulan ia adalah teman satu departemenku (jurusan) di kampus. aku rasa ia anak yang tidak terlalu banyak ngomong, tapi tidak bisa disebut pendiam juga sih. Agus adalah salah satu kiper bola kebanggan jurusanku (angkatanku tepatnya, hehe). aku termasuk salah satu barisan cewek-cewek yang akan meneriakinya kalau ia berhasil menghalau lawan.
dari sini saja, kalau yang membaca tulisan ini adalah sahabat dekatku, atau teman satu jurusanku, pasti akan tahu siapa orang yang aku maksudkan itu (hehe).
pada awal bulan oktober lalu, Agus memutuskan untuk meminang seorang gadis "pilihannya". gadis itu bernama Wardah (kalau aku tidak salah). Wardah juga mahasiswi di kampus yang sama dengan kami, hanya berbeda jurusan saja. saat ini Wardah sedang melanjutkan studi S2 nya di kampus yang sama. sementara Agus sendiri memilih untuk menjadi seorang wirausahawan dan mengembangkan bisnisnya sendiri.
aku mendengar kabar bahwa Agus akan meminang Wardah dari seorang teman yang kebetulan ikut dalam lamaran tersebut. secara pribadi aku terkejut. aku tahu Agus adalah laki-laki yang memilih untuk tidak "berpacaran" alla-alla anak muda. ya karena itu pilihannya, kenapa aku harus bertanya kenapa. pendapat awalku tentang kenapa tiba-tiba Agus akan menikah adalah, bahwa jodohnya datang lebih cepat dari pada aku, itu saja.
usut punya usut, ternyata Agus menjalani proses taa'aruf (perkenalan cara Islam). sejauh yang aku tahu tentang konsep ta'aruf, biasanya mereka akan mengutarakan niat ingin menikah kepada ustad atau ustadzah di tempat mereka belajar mengaji. yang biasanya disebut dengan murobhi. kemudian ustad atau ustadzah akan mencarikan calon yang memiliki keinginan yang sama, yaitu menikah.
mereka kemudian akan memberikan CV mereka kepada ustad atau ustadzah yang mereka percaya tersebut. CV tersebut untuk diberikan kepada calon mereka. jika sepakat, mereka kemudian akan mengadakan pertemuan dan tentu didampingi oleh murobhi mereka.
mereka kemudian akan memberikan CV mereka kepada ustad atau ustadzah yang mereka percaya tersebut. CV tersebut untuk diberikan kepada calon mereka. jika sepakat, mereka kemudian akan mengadakan pertemuan dan tentu didampingi oleh murobhi mereka.
selain Agus, sahabat satu jurusanku lainnya juga ada yang menjalani ta'aruf, dia (sebut saja Dila) sudah terlebih dahulu menikah pada pertengahan tahun 2014 lalu.
kembali ke Agus. kira-kira pada pertengahan september lalu Agus melamar Wardah di kota kelahirannya. dan menetapkan bahwa 12 oktober 2014 akan menjadi hari wallimatul ursyi (pernikahan) mereka. acara akad nikah di gelar di kota kelahiran sang gadis.
Agus sempat mengutarakan kepada kami bahwa ia dan Wardah hanya pernah bertemu empat kali. tentu saja didampingi oleh ustad dan ustadzah mereka. kemudian memutuskan untuk naik level ke jenjang pernikahan. keputusan yang buatku secara pribadi (saat ini) terlalu cepat, tapi itulah jodoh. Tuhan bisa membolak-balikkan perasaan manusia. dari benci menjadi cinta atau sebaliknya. dari biasa saja menjadi suka atau sebaliknya pula.
aku kira sesuatu yang sangat manis ketika mendengar bahwa cinta diantara mereka tumbuh karena mereka memercayakan jodoh mereka kepada Tuhan. tidak perlu bertemu berkali-kali untuk jatuh cinta. tidak perlu banyak berinteraksi kemudian Tuhan memutuskan bahwa mereka berjodoh. mungkin ini yang dimaksud dengan The Miracle of True Love.
"akan sampai pada waktu yang tepat dan kepada orang yang tepat pula".
secara pribadi aku sadar bahwa aku bukanlah orang yang bisa menjalani apa yang dipilih oleh Agus atau Dila. sangat salut dan merasa "waw" melihat mereka menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. mengikhlaskan apa yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka. memercayai bahwa hal itu akan sampai jika waktunya sudah tepat dan jika diri kita sudah cukup pantas untuk menerimanya.
selamat untuk Agus dan Wardah ya. semoga pernikahan kalian bahagia selalu.
NB : maaf ya Agus, tidak bermaksud sok tahu tentang kehidupan atau pilihanmu, aku hanya coba share cerita manismu saja (hehe).
(ew).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar