Minggu, 09 November 2014

Lingkaran Setan - Mantanmu adalah Teman Dekatku

sebelum nyentuh file kerjaan yang bejibun itu, mari mewaraskan diri dulu dengan nulis (#joged2). dari judulnya mungkin agak scary ya, tapi tenang ini bukan cerita horor, karena gue sendiri takut cerita horor-horor gitu. masih base on my (friend) true story nih ceritanya.

Panjul ceritanya sedang dekat dengan seorang cewek, yang namanya Atun. awalnya sebenernya Panjul nggak sadar kalo doi deket sama Atun, dua tahun lalu. Panjul yang mungkin nggak ada niatan buat ngedeketin Atun ya tentu mau-mau aja ngedengerin ceritanya tuh cewek kan. Panjul juga tidak jarang menceritakan tentang beberapa perempuan yang dekat dengannya. dari sana mereka menjadi teman dekat dengan masalah dan cerita masing-masing.

setelah kurang lebih lima bulan menjadi teman dekat, Atun bercerita kalau sedang ada temannya yang mendekatinya, namanya Indro. sebenarnya dari kedekatan Atun dan Panjul selama lima bulan, Atun menyukai bagaimana Panjul memperlakukannya. namun, karena Panjul selalu bersikap tidak pernak serius dan membuat segala hal menjadi lucu dalam candaannya, Atun menganggap ini hanya perasaannya sepihak.

singkat cerita Atun membuka hatinya untuk Indro karena merasa Panjul memang hanya menganggapnya teman biasa. sampai akhirnya Atun dan Indro berpacaran. Panjul berubah. ia sedikit menjaga jaraknya dengan Atun. hubungan pertemanan mereka jadi hambar. sudah mulai jarang chating atau telpon untuk sekadar menanyakan kabar.

sampai suatu ketika, Atun menanyakan kenapa Panjul berubah. dan jawaban ini yang didapat Atun, "buat apa gue nyamperin cewek yang punya cowok?". Atun sadar ada yang tidak benar disini, tapi memilih diam. dan mencoba bersikap biasa saja kepada Panjul.

kurang lebih setahun lalu, Panjul kembali menghubungi Atun. yang kebetulan sudah tidak lagi bersama Indro. mungkin Panjul memantau kehidupan Atun dari media sosial. see, thats the way social media tell everything (haha). pelan-pelan Panjul dan Atun mulai dekat lagi. entah dekat dalam arti apa.

beberapa bulan terakhir mereka semakin intens berkirim pesan via WA. sekedar bertukar lawakan atau lelucon, atau menyakan kabar itu mulai menjadi rutinitas harian. Panjul terkadang juga masih menceritakan tentang cewek-cewek yang sedang dekat dengannya, yang biasanya akan diladenin dengan drama-dramaan oleh Atun. entah dari hati atau emang ini hanya drama untuk bumbu percakapan mereka.

sampai satu ketika, Atun baru sadar kalau Panjul ini adalah sahabat dekat Dono. Dono adalah mantan pacarnya jaman kuliah dulu. kira-kira tiga tahun lalu. yap..awal mereka dikenalkan adalah ketika Atun masih menjadi pacarnya Dono. kalau bisa disebut lingkaran setan, inilah dia lingkaran setan itu.

dunia memang sempit. dari sekian juta manusia penghuni indonesia, ketemunya sama itu-itu saja. lingkaran pertemanannya itu-itu lagi. ya, tapi mau bagaimana lagi kalau memang kejadiannya seperti itu.

Panjul sebenarnya tidak pernah menyinggung tentang Dono kalau sedang bersama Atun. mungkin karena itu bukan hal penting untuk dibicarakan. karena hal itu pula, mungkin mereka jadi lupa kapan awal mereka saling kenal.

Panjul sempat bilang (ceritanya Panjul ini temenku) kalau Atun pernah bilang suka ke dia. emm..anti mainstream sekali cewek ini ya. tapi Panjul menanggapinya dengan candaannya seperti biasa yang membuat Atun mengalihkan pembicaraan ke topik lain. mungkin karena dulu Atun pernah menyukai Panjul, jadi kali ini perasaan sukanya muncul lagi.

Panjul yang dulu pernah suka tapi ngerasa Atun memilih Indro daripada dia memilih untuk berjalan lebih perlahan. atau, bisa saja sebenarnya Panjul juga masih bingung tentang kedekatannya. apa ini murni pertemanan biasa atau memang ia sedang berusaha kembali mendekati Atun. 

sampai aku menuliskan cerita ini, Panjul bilang dia tidak tahu bisa disebut apa hubungan ini. satu sisi dia merasa tidak enak dengan Dono. yang notabene adalah sahabatnya dan mantan kekasih Atun.

well..love will find the way ya (hehe).

"love is not complicated. people do"

sebenarnya kalau memang Panjul mau, dia bisa saja mengabaikan soal Dono dan Atun. toh dia tidak merebut Atun dari Dono. karena mereka dekat jauh setelah Dono dan Atun tidak lagi berhubungan. tapi, sekali lagi, love is not complicated, tapi orangnya. atauuuuuuu..ya itu tadi, kayak yang Panjul bilang ke aku, doi bingung ini apa. jadi, memilih untuk let it flow.

(ew).

Rabu, 05 November 2014

seperempat abad?

well..lest sing a happy birthday song to me!!!

yap..hari ini tepat berusia dua puluh lima tahun. a.k.a SEPEREMPAT ABAD ma brooo (haha).

harapan :

semoga kedewasaan yang masih berceceran segera terkumpul dan membentuk agregat yang utuh dan tahan segala bentuk gangguan. otak yang banyak dipakai buat mikirin hal kurang penting, jadi berubah mikirin yang lebih penting (boleh lah kadang-kadang mikir yang kurang penting, hiburan gitu). nggak gampang galau, karena udah bukan abegeh lagi. nggak mudah esmosi, karena kita bukan anggota dpr yang lagi rapat. nggak gampang nuntut ini itu dari orang sekitar, karena bukan jaksa penuntut umum. makin cantik, bukan berarti sekarang kurang cantik loh ya. nggak tambah keriput meskipun kurang makan dan berat badan sedang turun. rezekinya semakin lancar (berharap sudah bisa settle dengan kerjaan tetap). didekatkan jodohnya, karena sekarang masih kurang deket (hehe).

pencapaian :

kalo ngomongin apa aja yang sudah dicapai selama 25 tahun hidup mungkin akan terdengar sedikit congkak ya (haha). jadi, mari sebut saja semua yang aku terima sekarang adalah berkah dari Allah dan restu kedua orang tua. masih bisa bernapas sampai detik ini, kedua orang tua yang sehat, adik kecil yang sedang berjuang lulus dari SMA, punya pekerjaan, punya teman/sahabat/saudara dan orang terdekat yang baik dan menyalurkan energi positif setiap harinya. punya makhluk kartun yang meskipun menyebalkan, tapi calon pengganti Sule di dunia perlawakan nasional, makasih karena selalu ada dan support gimanapun keadaanku (sejak jaman baheula). yang nggak perduli dengan apa kata orang yang penting kita nggak ngelakuin kesalahan.

dan sekali lagi, terimakasih paling besar/tinggi/banyak/super buat Allah. aku masih dikasih izin hidup sampai detik ini, menikmati sehat, rezeki, dan umur.

cerita sedikit tentang makhluk seksi berusia 25 tahun (lebih beberapa jam) ini :

lahir 25 tahun silam (berasa jadul banget ya), di atas ranjang usang, di rumah orang tuaku, di sebuah desa (yang tidak terlalu) terpencil, dari rahim seorang perempuan hebat yang kupanggil mamak (panggilan khas ibu di beberapa wilayah Sumatra). ya, itu juga sebenernya hasil kerjasama dengan bapakku sih (eh, oke cukup, haha). yang kalo dari ceritanya mamak, aku lahir pas bidan belom sempat sampe rumah.

jadi ceritanya, mamak kontraksi. yang ada cuma mak wo ku (ibu dari bapakku, a.k.a nenek). mak wo kebetulan seorang dukun beranak yang termashyur di kampungku, jadilah ceritanya aku lahir dibantuin beliau. nah, pas bidan dateng, aku udah duluan liat dunia. mungkin sedikit nggak sabar kali ya. kalo kata orang-orang, "pantes, anaknya sekarang atraktif, lahirnya aja nggak nungguin bidan". emm..oke anggap saja itu pujian, hehe.

dulu rencanya, namaku adalah Eling Angelia. bukan biar kebule-bulean atau kebarat-baratan, tapi ini pure bahasa jawa. artinya, Ingat (Eling) saat Susah (Angel-ia). ia diakhiran angel cuma imbuhan biar namaku terdengar lebih ciamik kali ya.

aku ingat, aku hidup bergelimang kasih sayang. aku juga ingat, rumah kami dulu adalah bangunan yang sekarang direnovasi menjadi dapur. tapi, sedikit demi sedikit, kedua orang tuaku membangunkan istana untukku.

aku masuk SD pas umurku baru menginjak 5,5 tahun. belum boleh daftar sebagai siswa resmi, jadi ceritanya cuma dititipkan, TK alla-alla gitu deh ya, karena TK masih langka dan jau(uuuuuuuu)h juga. yang tujuan awalnya biar aku bisa belajar baca tulis sebelum beneran jadi siswa SD tapi, sayangnya aku berhasil mengalahkan siswa lain dan masuk peringkat 3 besar di kelas (haha), jadi aku ceritanya boleh langsung naik kelas dan dibuatkan raport nilai.

kelas tiga SD, lahir adik perempuanku. namanya Juniarti Sawindu. fyi, aku juga ikut andil membantu proses ketika mamak melahirkan (asistennya mak wo nih!). entah bagaimana, kurasa namanya memiliki arti yang lebih jelas daripada namaku (haha). setelah adikku lahir, ya namanya juga anak kelas 3 SD, mikirnya jadi, "kok mamak sama bapak jadi lebih sayang adek ya?". sekarang, pas dipikir-pikir, ternyata kesian adek sebenernya, aku kan duluan ngerasainnya (haha).

setelah 6 tahun bermain-main di SD, aku masuk SMP. kelas 1-2, kalo ke sekolah naek sepeda. nggak jauh-jauh amatlah ya 5 km (tepok dada, bangga dan sedikit pamer). kelas 3, ceritanya mulai capek, persiapan UN lah, les saben hari, balik jam 4 sore, jadi dianter jemput. sempet inget, kelas 1, ada cowok yang ngirimin surat (cinta), dan aku jadi takut kalo harus terpaksa lewat depan kelasnya dia. sampe sekarang aku nggak pernah membalas surat itu. sekarang tuh cowok udah nikah sama temenku sih, jadi nggak usah dibales juga kali ya. entah kenapa. ckckck..dasar bocah.

nah, kalo soal fashion jaman SMP, aku pake rok yang panjangnya di bawah lutut, baju dimasukkin, rambut kuncir kuda atau dikepang deh biar simple. pernah potong cepak juga ding, terus kalo di luar sekolah pake kaos oblong sama jeans gitu. tomboy alla-alla gitu lah yaw.

(Alhamdulillah) lulus SMP deh ceritanya ya. awalnya mau dimasukkin ke sekolah SMK, jurusan akutansi. mamak yang nyaranin sih, mungkin dengan pertimbangan, habis itu bisa langsung kerja karena nggak ada uang buat kuliah. tapi, takdir bicara lain. meskipun pas mau tes tertulis dan interview buat masuk sekolah itu, aku harus ujan-ujanan, naik motor, dianter mamak, aku gagal. masuklah aku ke satu-satunya SMA yang ada di kecamatanku. inget! satu-satunya. kebayang kan sebanyak apa peminatnya?. 

bisa dibilang ya, pembentukan karakter itu di SMA kali ya. soalnya, SMP itu masih kebawa-bawa SD, jadi temennya juga masih temen maen doang, bukan temen kalo pas lagi sedih juga. di SMA nemuin banyak temen, punya pacar pertama juga pas SMA (kelas 2 tepatnya, hehe). kelas 2 juga aku ceritanya mutusin buat kerudungan. subhanallah sekali ya pemirsah(?).

hemm..beberapa kenangan pas SMA nih ya, pernah jatoh dari motor pas dianter pacar, pernah dilabrak mantannya pacar via telpon (yang akhirnya aku pegatin juga tuh cowok dan tak suruh balikan sama mantannya itu). pernah juga punya pacar beda sekolah, LDR (long distric relationship) beda kecamatan, hahaha (mual nggak lo bacanya? boleh banget kok kalo mau muntah dulu). nemuin yang namanya sahabat juga di SMA, ada Intan, Uli, Henni, Rita, Lely, Ita, Linda (yang sekarang udah jadi emak 2 orang anak cakep), Sri, dan Iref.

kesekian kalinya Allah baik. ada kabar penerimaan mahasiswa ipebeh jalur BUD dari pemprov-ku. iseng-iseng berhadiah, aku, Ryan, dan Rio mendaftarkan diri sama-sama. persiapan dibantuin sama bu Izmi (mamanya Rio). seleksi bahan kami lolos, jadi harus seleksi tulis di propinsi. berangkatlah kami demi cita-cita mulia. kalo aku, demi kuliah gratisan juga niatnya.

ceritanya Ryan sama Rio gagal. aku ke ipebeh, Ryan ke UGM (fakultas kehutanan), Rio ke UNP (fakultas teknik). memang jodohnya orang beda-beda kan ya.

pertama kalinya pergi terjauh dari orang tua. pertama kalinya lagi, bapak meluk dan cium pipiku pas perpisahan sebelum aku ke bogor.

wuuusshhh..sampelah di bogor, yang konon katanya adalah the rain city.

kuliah di jurusan yang direkomendasikan oleh pak Puji, Manajemen Sumberdaya Lahan alias Ilmu Tanah. tingkat pertama (TPB) itu beneran sulit. namanya sih emang tingkat persiapan, tapi ujung-ujungnya beda jauh sama mata kuliah pas di departemen. yang dipelajarn tuh pelajaran sekolah lagi, fisika dkk, bahasa, ppkn, dll. aku dari dulu memang lemah di mata pelajaran eksakta. alhasil aku lanjut ke departemen mengantongi nilai yang ngepas sengepas-ngepasnya anak ipebe. Alhamdulillah.

sempet mikir buat pindah kampus, berhenti kuliah aja, dan masih banyak lagi deh. tapi, setelah mikir panjang, orang iseng mana yang mau balikin uang yang udah aku pake dua semester kemaren ke pemprov coba?. plus, apa salahnya berjuang sama-sama temen lain (yang kebetulan senasib).

masuk departemen ketemu banyak orang-orang hebat. aura positif nggak ada henti-hentinya. ternyata nggak sendirian dalam artian anak-anak yang lemah dalam eksakta. sempet ngulang beberapa mata kuliah TPB, ketinggalan beberapa mata kuliah departemen karena jumlah SKS yang boleh diambil dibatasin sama kampus, tapi akhirnya survive juga (thanks God).

semester 7. yang buat orang kebanyakan adalah jamannya penelitian. dapet pembimbing yang subhanallah sabarnya. bu Enni Dwi Wahjonie. dari namanya aja aku udah matching gitu ya (hehe). tapi, aku belum mulai sih penelitian, karena masih harus nambah SC (mata kuliah pilihan). baru semester 8 mulai penelitian. nggak jauh-jauh, sekitaran kampus aja. nemuin lagi deh soulmate yang aku sebut wednesday girls, ada Henni dan Rini. bantu-bantuan pas ngelab ato melapang itu hal yang rutin dilakuin. tuker-tukeran film, tidur siang bareng, makan bareng, curhat juga.

setelah kurang lebih 7-8 bulan penelitian, termasuk ngelab dan nulis, aku naik level, dari mahasiswa menjadi pengangguran (ckckck). yang kerjaannya cuma makan, tidur, nonton, tidur lagi, makan lagi. gitu aja. eh, jengukin Ara (taneman kacang tanahnya Rini) ding tiap rabu, jadi nggak nganggur-nganggur amatlah ya. sama, online as a jobseeker juga di warnet (mewek).

15 juli 2012 aku lulus sidang skripsi. september 2012 wisuda. cuma bapak yang bisa dateng, karena satu dan lain hal. tapi, pasti do'a dan ucapan selamat mamak sampai kok.

oktober 2012 pertama kalinya ngerasain kerja, kantor pertamaku. plus bantuin project-nya bu Enni selama sebulan. meskipun sempet ada jeda-jeda, sampe sekarang aku masih di kantor yang sama. udah hampir dua tahun kali ya.

keinginan terbesar sekarang cuma pengen banget dimudahkan segala urusan (bukan berarti sekarang aku sedang dipersulit urusannya ya). didekatkan jodoh (kerjaan, pasangan, rizky, dan jodoh-jodoh lainnya). amin.

sori, mungkin tulisan terpanjangku ya ini. harap maklum, menuliskan 25 tahun jadi sesingkat ini tuh susah ya. silahkan coba sendiri kalo nggak percaya (:p). jangan lupa bantuin do'anya dong ya buat aku, yang baik-baik tapi, hahaha makasih.

(ew).

Kamis, 30 Oktober 2014

Menikahlah Denganku..!!


yess..its friday!. yang artinya besok adalah waktunya pacaran dengan kasur seha(aaaaaa)rian. buat yang mau solat jum'at silahkan, buat yang mau makan siang monggo sekecak akeun, buat yang mau nyolong-nyolong tidur siang di kantor, cobak di toilet aja tidurnya (haha.. :p).

eniweeeyy..base on my (friend) true story kali ini adalah salah satu kisah percintaan yang bikin gue envy (uhuk). kenapa? karena secara nggak langsung gue kenal sama kedua orang yang bakal gue ceritakan. si cewek kita sebut saja Fatma, lalu si cowok kita panggil aja Beno. oke, jadi gini ceritanya..

Fatma dan Beno kebetulan temen satu kampus, beda jurusan memang. aku nggak tahu awal perkenalan mereka gimana, tapi kayaknya sih mereka itu sama-sama aktif di SENAT kampus. keduanya sama-sama single pas kenal itu. lama-kelamaan karena sering berinteraksi, Fatma mulai suka sama Beno.

Beno ini tipe-tipe cowok hobi bola, pinter, tapi rada konyol gitu. dan gue adalah salah satu dari sekian banyak cewek-cewek kampus yang demen banget ngeliatin Beno kalo lagi di lapangan dan giring bola. haha..inget, bukan cuman gue yang demen ya.

sementara Fatma ini cewek yang pendiem, belum pernah pacaran, kalem, dan tentu saja pinter juga. Fatma cerita ke temennya, sebut saja Cinta, kalau dia suka sama cowok yang namanya Beno itu. secara kebetulan pula, si Cinta ini kenal sama Beno.

mereka emang kadang sms-an sih, cuma ya nggak intens gitu. tapi, yang aku denger, kalo habis dapet sms dari Beno, si Fatma biasanya langsung gegulingan saking bahagianya (hahaha). 

sampai beberapa tahun mereka saling mengenal dan aktif di forum-forum kampus. akhirnya terjadilah peristiwa yang buat gue romantis dan konyol itu.

suatu hari, Fatma baru balik dari rapat SENAT. seperti biasa Fatma mengendarai motor maticnya pulang. di tengah perjalanan, tiba-tiba Fatma mendengar seseorang memanggilnya. pas dia noleh, eh ternyata si Beno lagi nyoba nyalip motornya sambil bilang "stop bentar Ma, gue mau ngomong".

dalam hati tentu Fatma ngerasa kaget dan aneh. ngapain ini si Beno iseng amat nyegatin dia di jalan, stres ya nih anak?. gitu lah ya kurang lebih kalimatnya si Fatma waktu itu. tapi, akhirnya Fatma menghentikan juga motornya karena Beno udah nyalip dan berhenti tepat di depan motornya.

Fatma : ngapain sih lo? nggak ada kerjaan bukan?
Beno : (nyengir) bentar doang Ma
Fatma : (diam)
Beno : gue suka sama lo. gue mau lo nunggu gue setahun aja. bulan depan gue berangkat kerja ke Aceh. gue setahun bakal disana, pulang dari sana gue langsung ke rumah buat lamar lo. lo tunggu gue ya.
Fatma : apaan sih lo?
Beno : serius gue

kemudian Fatma langsung nyalain motornya lagi dan pergi ninggalin Beno yang masih nunggu jawaban. mungkin ceritanya Fatma shock ya. secara dia emang suka sama Beno tapi "dilamar" di tempat umum gitu kan diluar ekspektasinya dong.

setelah itu, Beno menghubungi Fatma dan meminta jawaban. yang akhirnya di-iyakan oleh Fatma. Fatma akan menunggu Beno kembali dari Aceh.

nggak lama setelah Beno balik dari Aceh, mereka beneran menggelar acara lamaran. Beno laki sekali ya. menepati janjinya. manis (hehe). meleleh gitu dengernya (haha). dan yang gue tau juga, ternyata Beno menuliskan nama Fatma pada lembar "ucapan terimakasih" di skripsinya.

hemm..pas gue nulis cerita ini, sekarang mereka sudah resmi jadi suami istri dan bahagia. gue kebetulan berkesempatan hadir pas acara pernikahan mereka. dan ikut bilang "akhirnya kisah cinta mereka berakhir manis. dari yang diam-diam saling suka dampe juga ke pelaminan. manis". manis nggak? kalo kalian bilang nggak, oke mungkin hidup kalian kebanyakan konsumsi gula ya.

kadang emang yang diam-diam saling mendoakan, nggak maksain pake pacar-paaran, itu lebih berakhir manis. karena semuanya diatur sama Tuhan. intinya mah ikhlas kali ya (hehe). buat Fatma dan Beno, semoga segera dikaruniai momongan ya, yang banyak, yang sehat, yang pinter-pinter (amin).

(ew).

Selasa, 28 Oktober 2014

Trauma : Izinkan Aku Jatuh Cinta Lagi


sebenernya cerita kali ini bisa dibilang menyedihkan. tapi, mungkin ini sekedar berbagi saja ya. aku dapat cerita ini dari teman kosanku. ini cerita tentang teman sekelasnya yang bernama Gita. Gita punya kekasih yang namanya Rio. sayangnya Rio saat ini sudah duluan ketemu Tuhan. Rio meninggal di usianya yang masih muda, yaitu 23 tahun.

Gita dan Rio sudah menjalin hubungan kurang lebih 6 tahun, sejak SMA, hingga kini keduanya sudah lulus kuliah. Gita sementara menetap di Bogor, sedangkan Rio menjalankan usahanya di Cibinong. Rio meninggal bukan karena sakit. Rio ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka tusukan pada bagian dada dan perutnya. dari luka tusukan yang lebih dari sekali, polisi menyimpulkan bahwa Rio sempat melakukan perlawanan.

hari itu Rio baru pulang dari tokonya kurang lebih pukul empat pagi. dan dicegat oleh perampok. diduga perampok tersebut sudah mengincar Rio dari jauh hari. teman Rio (Andre) yang baru mengenalnya tidak tahu alamat atau kontak orang tua Rio. hingga akhirnya ia ingat bahwa Rio pernah memperkenalkannya kepada Gita.

dari sanalah Andre dan polisi berusaha menghubungi Gita. Gita baru bisa dihubungi setelah dua hari jenazah Rio menginap di rumah sakit. karena tidak ingin membuat Gita shock, akhirnya polisi tidak memberitahukan sebab sebenarnya kenapa Gita dipanggil ke kantor polisi. polisi hanya menceritakan bahwa polisi menemukan barang hilang dan atas namanya.

ketika sudah sampai di kantor polisi, Gita shock berat. dia tidak menyangka kalau beberapa hari terakhir ini Rio bukannya sibuk bekerja sehingga tidak menghubunginya, namun karena sudah tiada. Gita merasa Rio akan memberikan kejutan untuk hari ulang tahunnya yang tepat pada tanggal saat Rio ditemukan sudah meninggal.

Gita kemudian membantu polisi menghubungi keluarga Rio yang tinggal di luar kota.

beberapa bulan sebelum tragedi tersebut, Rio adalah pendamping wisuda Gita. disaat kedua orang tuanya kebetulan tidak dapat hadir karena menunaikan ibadah umroh, Rio adalah orang yang hadir dan memberinya selamat serta sebuket bunga. 

karena kejadian itu, Gita sampai saat ini belum kembali ke kampus untuk mengambil ijazahnya. masih ada trauma yang ia rasakan. teringat Rio pernah mengatakan bahwa "kayaknya ini pertama dan terakhir kalinya aku ke Bogor". dan ternyata benar. hari itu menjadi kali pertama Rio ke Bogor dan tidak akan pernah datang lagi. mereka bahkan sudah merencanakan acara pertunangan dalam waktu dekat. hal itu semakin membuat Gita dilanda kesedihan yang sangat dalam.

berbicara tentang trauma, saudara dekatku sendiri pernah mengalaminya. hingga sekarang ia memutuskan untuk tidak menikah karena tunangannya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil ketika akan berangkat tugas ke luar kota. entah apakah itu keputusan yang tepat atau tidak, itu keputusan mereka. setidaknya mari kita hargai.

kalau menurut cerita yang pernah aku dengar, ada beberapa hal yang membuat perempuan itu trauma jatuh cinta, diantaranya :

1. gagal menikah
gagal menikah aku rasa hal paling besar yang menjadi penyebab perempuan jadi enggan untuk memulai sebuah hubungan lagi, atau trauma. penyebabnya tentu berbeda untuk setiap orang. mulai dari kekasihnya yang meninggalkannya untuk perempuan lain, kekasihnya meninggal karena kecelakaan, atau karena masalah penerimaan keluarga besar.

2. disakiti
semua orang tentu pernah merasa dirinya disakiti. tingkat penerimaan orang ketika disakiti juga berbeda-beda. ada yang berusaha cepat move on dan kembali jatuh cinta. ada yang memendam rasa sakitnya dalam hati dan takut untuk jatuh cinta kembali. misal, dia ternyata sudah mencintai seorang laki-laki dan berharap banyak, tetapi nyatanya laki-laki itu justru menjadikannya selingkuhan.

aku mendoakan semoga Gita atau perempuan lain yang sempat dan sedang trauma untuk mencintai lagi, disudahkan traumanya. dan dipertemukan dengan laki-laki yang menjadi jodohnya dan jatuh cinta lagi. sebenarnya mungkin, jauh di dalam hatinya, perempuan seperti Gita berharap sekali lukanya bisa sembuh. dan ia bisa kembali mencintai orang lain. yang disiapkan Tuhan menggantikan Rio dan merupakan jodohnya.

"Tuhan, izinkan aku jatuh cinta lagi..".

temanku pernah bercerita bahwa, temannya yang trauma karena sempat gagal menikah, akhirnya menemukan jodohnya setelah ia sendiri beberapa tahun. kekasihnya meninggal karena kecelakaan ketika akan berangkat kerja. ia akhirnya menerima perjodohan yang dilakukan keluarganya, dan kini dia sudah memiliki seorang putra yang lucu dan hidup berbahagia.

(ew).

Senin, 27 Oktober 2014

dear deretan para mantan, your ex-girl(s) is OKAY!

pagi-pagi udah pengen ngomel-ngomel aja ini (hehe). btw, selamat hari selasa masyarakat. kali ini mau nulis tentang deretan para mantan. sebenernya ini bisa banget dialami semua orang di muka bumi ini. tapi, syaratnya tuh orang kudu punya mantan, minimal satu deh. yang semisal belum punya, ya boleh juga sih baca, kali aja buat persiapan kalo nanti punya mantan (:p).

jadi gini ceritanya. temenku, namanya Aria. bisa dibilang deket banget malahan ya sama dia. dia dulu pernah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki, kita sebut saja Adul. ternyata dalam perjalanan kisah cinta mereka, tidak semulus permukaan lapangan ice skating ya. ini lebih mirip permukaan bulan karena banyak "jeglongan" atau "gujlugan". emm..bahasa indonesianya tuh mungkin bisa jadi lubang kali ya. intinya halangan dan hambatan.

setelah kurang lebih setahun sama-sama, akhirnya hubungan mereka kandas karena satu dan lain hal (yang bakal dijadikan bahan tulisan selanjutnya, haha). tidak lama setelah itu, si Adul ini ceritanya masih pengen keep in touch gitulah ya sama si Aria. pengen menjaga tali silaturahmi. ya secara tidak langsung karena sebelumnya mereka berteman, jadi Adul maunya selamanya mereka seperti itu.

beberapa bulan setelah putus, kita dapet kabar kalau si Adul ini akan menggelar prosesi lamaran. perempuan yang SANGAT beruntung itu adalah mantan kekasihnya dulu. namanya Selly. acara lamaran dilangsungkan bulan maret 2014 lalu. sebagai teman (bukan cuma aku), tentu pengen tahu kan kondisi si Aria gimana. apa dia baik-baik aja, apa dia sudah ikhlas, atau dia sudah move on dan menemukan laki-laki yang lebih baik dari Adul, yang mencintainya dengan cara berbeda?, dll.

ternyata sampai kurang beberapa hari lagi Adul melamar Selly, dia masih aja sms ke Aria. dengan kalimat, "are u okay Aria?, aku cuma mau memastikan kamu baik-baik saja". hell to the oooooo..pehlis deh ya kamu Adul dan laki-laki diluaran sana, deretan para mantan. berhenti mengkhawatirkan mantan kekasihmu.

kalau memang mau pergi, silahkan pergi sejauh mungkin. Aria dan perempuan-perempuan lain yang ditinggal kawin mantan pasti tidak baik-baik saja PADA AWALNYA. sekarang setelah tahu kamu (Adul dll) memilih perempuan lain untuk dinikahi, Aria dan ribuan perempuan lainnya BAIK-BAIK saja.

kami para perempuan punya cara khusus untuk melupakan dan mengikhlaskan kalian hei para lelaki. jadi, berhenti perduli dengan bertanya apa Aria baik-baik saja atau tidak. terlebih lagi kalau semua orang di dunia ini sudah tahu kapan tanggal pernikahanmu.

oke kembali ke kasus Aria. jadi, ceritanya si Aria ini memang sudah mempersiapkan hatinya dari jauh-jauh hari. bahkan ketika Aria mendapat sms dari si Adul dan menanyakan "are u okay?" itu, sebenarnya Aria justru ilfill dan males. 

kepada Adul dan laki-laki lain yang punya mantan kayak Aria dan mau menikah dengan perempuan lain, males nanggepinnya bukan karena takut muncul lagi rasa yang dulu pernah ada, tapi harus dicatet, kamu itu calon suami orang. jadi, bersikaplah selayaknya calon suami orang. bukan dengan masih menghubungi mantan dan menanyakan kabar. sekali lagi, mantanmu jauh baik-baik saja jika kamu berhenti menghubunginya!. catet!.

akhirnya si Adul ini nikah sama Selly bulan Mei, sebelum puasalah intinya ya, lupa tanggal berapa. ya semoga aja si Adul udahan gitu ya mengkhawatirkan temenku, si Aria ini. FYI ya Adul, Aria baik-baik aja. bahkan sudah mencintai orang lain. jadi, silahkan jalani hidupmu dengan status barumu sebagai suami orang.

dan untuk temen-temen yang mengkhawatirkan Aria berlebihan. menganggap Aria masih berharap Adul balik lagi, kalian salah. perempuan gembrot bernama Aria ini baik-baik saja. sudah memindahkan folder yang isinya Adul ke folder memori dan mulai bikin folder baru yang isinya nama orang lain. jadi, kalau toh Aria melow atau nyampah di twitter (as always), ini bukan karena Adul.

buat mbak gembrot bernama Aria, ARE YOU OKAY?. hahaha (peace).

dan buat deretan para mantan (terutama laki-laki), kalian sudah memutuskan buat ninggalin cewek kalian, dan memilih bahagia dengan cara kalian sendiri. jadi, tolong konsisten dengan keputusan itu. jangan salahkan juga kenapa kami mantanmun ini baik-baik saja dan menjalani hidup dengan BAHAGIA. karena emang seharusnya kayak gitu kan(?). kalau memang mau berteman, ingat, pernah terjadi sesuatu antara kita, nggak akan semudah ngerendam baju yang kena noda, di bayclean, ya terus semua balik bersih dan nggak ada apa-apa lagi. semua itu butuh waktu. dan kalau memang mau perduli, ingat posisikan diri kalian dengan benar, jangan malah bikin mantan cewek kalian mikir "dulu kemana aja? terus sekarang perduli?". okay?.

sementara buat perempuannya, ya kalau emang mantannya udah jadi calon laki orang ya jangan diladenin ya kalau doi sms-sms nggak penting. ingat, calon istri mantanmu itu perempuan, sama kayak kamu. hati mereka juga sensitif loh. nggak kebayang juga kan kalau tiba-tiba kamu didatengin calon istri mantan dan dilabrak alla-alla sinetron gitu karena ketahuan masih suka berbalas pesan? (haha :p).

(ew).

Minggu, 26 Oktober 2014

Pantaskah Aku Marah Kepada Tuhan?


well..meskipun melewatkan sabtu yang cukup membuat shock, karena handphone yang cicilannya belum lunas (becanda) raib entah digondol siapa, sandal putus tidak pada tempatnnya, kereta penuh sesak dan gangguan pulak. pagi ini aku tidak akan bercerita tentang semua itu, tapi balik lagi ke my (friend) true story.

nama temanku itu adalah Mira. ia hanya setahun lebih tua dari aku dari segi usia. saat ini ia sedang meneruskan studi S2 nya di sebuah kampus swasta jakarta. beberapa hari lalu aku bertemu dengannya dan sempat bercerita panjang.

setahun yang lalu, Mira memiliki seorang kekasih, sebut saja Angga. Mira dan Angga adalah hasil mak comblang teman mereka sendiri. Angga bekerja di Bandung, sehingga kemungkinan hanya seminggu sekali mereka bertemu.

Mira bercerita bahwa mereka dekat sejak Angga bukan siapa-siapa. kemana-mana masih menggunakan angkutan umum, hingga saat ini ia sudah bekerja dan memiliki kendaraan pribadi. tentu Mira memiliki kebanggan tersendiri karena bisa menemani Angga mulai dari nol hingga berhasil seperti sekarang.

mencintai seseorang bukan soal berapa lama kita mengenalnya. itu yang dirasakan Mira. meskipun hubungan mereka terbilang masih baru, tapi Mira merasakan bahwa ia menyayangi Angga begitu dalam. ketika hubungan mereka masuk bulan keempat, Angga memutuskan untuk memperkenalkan Mira kepada ayah dan ibunya.

sepulang dari perkenalan itu, ibunda Angga menyampaikan bahwa ia tidak menyukai Mira. tidak menyukai dalam arti tidak menyetujui jika nantinya Angga memutuskan untuk menikahi Mira. dan Angga pun menyampaikannya kepada Mira. tentu saja hal itu membuatnya shock.

Mira tentu ingin tahu kenapa ibunda Angga tidak menerimanya. menurut penjelasan Angga, hal itu didasari karena mereka berbeda suku. Mira merasa masalah suku bukanlah masalah dasar pada era modern seperti sekarang ini. jika ini masalah akhlaknya yang buruk, mungkin Mira akan menerimanya. akhirnya Mira meyakinkan Angga untuk mencoba meyakinkan ibunda Angga secara pelan-pelan.

Mira merasa jika ia anak seorang penjahat atau mantan narapidana, kemudian hubungan itu tidak disetujui, tentu Mira akan sangat bisa menerima. jika hanya masalah suku yang kebetulan berbeda, siapa yang bisa merubah suku?. darah yang mengalir sejak mereka dilahirkan tidak akan pernah bisa ditukar dan membuatnya berganti suku. "mengapa kita memiliki rasa yang sama, jika pada waktu yang bersamaan, kita diciptakan berbeda?".

"tidak ada yang bisa memilih terlahir dari orangtua mana"

hingga ketika hubungan mereka masuk ke umur sembilan bulan, akhirnya Angga menyerah dan mengakhiri hubungan mereka. Mira hanya bisa pasrah menerima keputusan Angga dan menangis melihat Angga yang sudah menggandeng perempuan lain tidak lama setelah mereka putus, yang kebetulan satu suku dengannya. Mira sempat menghubungi Angga beberapa kali untuk memintanya kembali, tapi tidak ada hasil yang ia dapat. hal itu karena Angga merasa masalah restu ibunya adalah hal yang sangat besar dan ia tidak berani menentangnya.

mulai hari itu, Mira protes kepada Tuhan nya. ia mulai meninggalkan kewajibannya dalam beribadah. setiap hari ia hanya menangis dan tidak melakukan apapun. tesisnya terlantar dan badannya semakin kurus karena jarang makan. ia merasa bahwa Tuhan tidak adil terhadapnya dan menimpakan cobaan yang begitu berat kepadanya.

disaat ia bersungguh-sunggu menjalankan perintah-Nya, berdoa dan beribadah dengan taat, tapi hanya cobaan berat yang ia dapat. Mira depresi dan kehilangan tujuan hidupnya. ia sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari karena terserang typus.

lima bulan ia sama sekali tidak melakukan apapun selain menangisi nasib dan takdir yang ditimpakan kepadanya. hingga suatu saat ia mulai merasa bahwa dirinya tidak waras dan kehilangan pegangan hidupnya. Mira memutuskan mendatangi seorang psikiater untuk berkonsultasi.

sepertinya Mira datang kepada orang yang tepat. ibu psikiater (ibu Rini)  tersebut menyatakan bahwa Mira dilanda stres berat karena ketidakterimaannya dengan apa yang terjadi. ibu tersebut mulai memberikan sedikit nasihat-nasihat kepada Mira. mulai tentang cinta, pengendalian emosi, hingga masalah agama. kebetulan sekali ibu tersebut satu agama dengan Mira, sehingga lebih mudah dalam mengembalikan kepercayaan Mira kepada Tuhan.

Mira dan ibu Rini sempat intens bertemu seminggu sekali selama empat bulan. dari sana Mira mulai menata kembali hidupnya. diawali dengan menyapa kembali Tuhan yang sudah ia "lupakan" selama ini. tesis yang sempat terbengkalai mulai ia sentuh lagi, meskipun ia harus mengulangnya dari awal karena satu dan lain hal.

hingga saat aku menuliskan cerita ini, Mira masih mengharapkan keajaiban yang membawa Angga kembali padanya dan meninggalkan kekasihnya. aku yang mendengar ceritanya saja sudah merinding. tidak terpikirkan jika itu dialami olehku sendiri. semoga tidak ada lagi teman-teman terdekatku yang mengalami hal ini. membenci Tuhan karena cobaan yang dialaminya.

yang masih belum bisa aku terima sebenarnya adalah, kenapa masalah suku menjadi masalah dalam hubungan sepasang kekasih?. menurutku yang (orang bodoh ini), jika agamanya yang berbeda, atau sifatnya yang menyimpang, atau mungkin sejenis (sesama laki-laki atau sesama perempuan), baru itu akan menjadi masalah.

ya mungkin memang benar kata orang, menikah itu bukan cuma masalah dua orang, tetapi dua keluarga. toh jika Mira dan Angga memaksakan hubungan  mereka dan menikah, bagaimana jika ibunda Angga tetap tidak merestuinya. restu ibu memang di atas segala-galanya. toh kalau memang Mira dan Angga memaksakan hubungan mereka, bagaimana jika perasaan mereka semakin dalam, tentu akan lebih lagi sakit yang nanti mereka rasakan jika mereka berpisah.

tapi, sebagai manusia, pantaskah kita marah kepada Tuhan yang sudah dengan baik hati tetap menjaga jantungmu berdetak saat ini?. yang membantumu tetap bernapas hingga detik ini?. pastaskah kita membenci-Nya hanya karena sebagai manusia kita belum bisa menerima setiap cobaan-Nya sebagai sebuah pembelajaran untuk hidup kita?.

maaf kalau terlalu super hari ini, haha (peace). mungkin dampak kehilangan hp dan kepentok tembok ketika bangun tidur tadi pagi (eh).

(ew)

Jumat, 24 Oktober 2014

Pertimbangan Hadir Atau Tidak ke Pernikahan Mantan Kekasih


minggu lalu, media sosial diramaikan dengan cerita mengharukan perempuan bernama Risna. siapa dan kenapa Risna ini sebenarnya?. jadi, Risna ini adalah seorang perempuan yang berasal dari daerah sulawesi selatan, yang daerahnya menyangkut dengan pekerjaan yang aku tangani saat ini.

kisah mengharukan terjadi ketika Risna memutuskan untuk menghadiri pernikahan mantan kekasih yang pernah menghiasi harinya selama 7 tahun. tentu bukan hal mudah menghadiri pernikahan orang yang pernah menjadi kekasih kita, terlebih lagi untuk seorang perempuan. namun, ternyata Risna ingin turut mendoakan agar mantan kekasihnya itu bahagia dengan istrinya. sikap yang ikhlas sekali.

Risna yang ketika menyalami kedua mempelai menangis, sontak mengundang simpati dan rasa iba dari tamu lain yang hadir. rasa haru kemudian memenuhi acara pernikahan tersebut. semoga Risna mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dan merupakan jodohnya yang disiapkan Tuhan untuknya.

kisah yang hampir serupa juga bisa saja terjadi di depan mataku beberapa waktu lalu. temanku, Via (tentu lagi-lagi ini bukan nama sebenarnya) mendapat undangan pernikahan dari mantan kekasihnya. yang kebetulan teman sekelas kami. nama laki-laki itu kita sebut saja Aldo.

namun, pada akhirnya baik aku ataupun Via memutuskan untuk tidak menghadiri pesta pernikahan tersebut. hal itu karena pertimbangan lokasi pernikahan cukup jauh dari tempat kami berada saat ini. 

seminggu menjelang hari pernikahan, hampir setiap hari aku menghubungi Via. memastikan ia baik-baik saja. yang pada dasarnya memang ia baik-baik saja. ia biasanya akan menjawab dengan "iam okay ma'e". dan kemudian kami akan mengobrolkan hal lain yang tidak ada kaitan dengan pernikahan.

secara kebetulan, di hari yang sama, aku dan Via menghadiri pesta pernikahan teman lama kami. jadi, aku punya kesempatan untuk melihatnya secara nyata. dan sekali lagi, Via memang BAIK-BAIK saja. mungkin aku yang terlalu berlebihan mengkhawatirkannya (haha).

sebenarnya ada beberapa pertimbangan sebelum memutuskan untuk menghadiri pernikahan mantan kekasih atau tidak. nih ya aku kasih tahu, ingat ini hanya menurutku saja loh ya (hehe) :

1. perasaan
yakinkah kejadian seperti Risna tidak akan terjadi dan menjadi "tontonan" orang banyak pada acara pernikahan tersebut. kalau memang dirasa tidak kuat ya sebaiknya tidak usah datang saja, mungkin akan baik untuk semuanya. aku yakin yang mengundang juga akan memakluminya. tapi, kalau memang kuat, perasaan sudah menganggap mantan kekasih sebagai teman biasa, atau dulu ketika menjalin hubungan hanya sebentar, memutuskan untuk datang tentu akan bijak. selain sebagai penghormatan atas undangannya, kehadiran juga bisa nambah-nambah pemasukan amplop yang punya hajat kan (hahaha).

2. lokasi
kalau misal masalah nomer 1 sudah terpecahkan, lokasi ya jadi bahan pertimbangan selanjutnya kan. ya kalau semisal udah nggak ada perasaan apa-apa, tapi lokasinya jau(uuuuuuuuuuu)h di ujung kulon misalnya, ya kalau nggak datang ya nggak apa-apa kan ya. atau, kalau misalnya lokasi memang memungkinkan ya tidak ada salahnya datang kan. dengan catatan memang nomor 1 sudah aman.

3. lingkungan
tidak bisa dipungkiri kan kalau kita tidak hidup sendirian di dunia ini. masalah lingkungan/kondisi sekitar/sosial kadang juga mempengaruhi pertimbangan kita. ada pula beberapa orang yang nantinya akan dengan sinis berkomentar "oh..dia nggak dateng, yaiyalah nikahan mantan. masih sayang banget kali ya". hei..buat yang komentar seperti itu, perlu kalian tahu ya, hidup kalian memang 1000 kali lebih mudah, jadi apa salahnya tidak memandang hidup orang lain sama mudahnya!. dalam hal ini, kalau memang kalian memilih untuk tidak perduli dengan nyinyiran orang sekitar, ya tentu tidak datang ke acara tersebut tidak akan membebani pikiran kalian kan.

4. perasaan sang mantan/pasangannya
pertimbangkan pula bagaimana perasaan mantan kekasihmu atau perasaan pasangannya ketika melihat anda datang. bagaimana kalau mantan anda justru mengkhawatirkan kondisi anda setelah pulang dari acara tersebut?. misalnya, apakah anda nantinya baik-baik saja atau justru sedih berkepanjangan. namun, jika anda memang memutuskan untuk hadir, siapkan mood yang baik, senyum yang tulus, hal itu tentu akan membuat mantan kekasih anda merasa bahwa anda benar-benar baik-baik aja. pertimbangkan pula perasaan pasangan anda sekarang (kalau sudah punya, hehe). minta izin kepadanya atau meminta saran tentu ada baiknya.

5. tujuan
kalau memang tujuan anda adalah memberikan selamat dan doa, silahkan datang. terlebih lagi jika memang nomor 1 sampai 4 sudah anda pertimbangkan. salah satu tujuan yang kurang baik datang ke pernikahan mantan adalah untuk pamer pasangan baru anda. yang menandakan anda sudah move on. yaa kalau memang anda sudah move on dan berniat membawa pasangan anda, tentu niat memberi doa selamat akan menjadi alasan yang baik untuk menghadiri acara tersebut.

ingat, "selain hatimu, ada hati lain yang harus kalian jaga".

hihi..maaf ya untuk Via. kamu jadi objek tulisanku kali ini. nanti aku traktir es krim spongebob deh ya, kalau aku sudah gajian tapinya ya (haha). mwaahh.

(ew).