Senin, 21 April 2014

(surat cinta)

dear Sayang,

aku memang sudah nggak berani buat SMS atau Whatsapp kamu lagi, jadi aku putuskan buat memanfaatkan email. bolehkan aku tanya, kamu kenapa? kalo aku ada salah, tolong ingetin aku ya, dan yang harus kamu ingat kalau aku ini bukan peramal Sayang. karena aku cuma seorang perempuan biasa ini, bukan peramal juga, oleh karena itu aku nggak bisa baca pikiran kamu. kalau memang aku membosankan, kamu bilang aja. kalau sikap aku membuat kamu jenuh, kasih tau aja. kalau aku membuat kamu nggak nyaman, sampaikan aja, aku akan belajar terima itu nanti, meskipun pasti awalnya susah. aku bukannya nggak sabaran nunggu nanya ini ke kamu setelah kamu sampai Bogor nanti, aku cuma nggak mau menyelesaikan sesuatunya di-nanti-nantikan atau ditunda. maafin aku ya kalau aku salah. you need a time? i'll give u as much as you need,  sampai ketemu lain waktu, aku sayang kamu.

with lot of love,
pacar kamu, ...

Senin, 14 April 2014

negara anti mainstream

kalau di negara maju, ya sebut saja mungkin Amerika, Korea, dan negara lainnya, pejalan kaki itu mendapat prioritas utama. mereka di buatkan area pedestrian khusus, yang biasanya di buat hampir sama lebarnya dengan jalan raya. hal tersebut di harapkan dapat memberikan kenyamanan untuk warga negara mereka yang memilih kemana-mana untuk berjalan kaki atau bersepeda.

di negaraku yang sangat kucintai ini, yang sudah kutinggali seumur hidupku, 24 tahun lebih, ada yang berbeda. anggap saja perbedaan tersebut sedikit saja, tidak terlalu mencoloklah, anggap saja begitu. para pejalan kaki tidak memiliki area pedestrian. kalau aku boleh menyebutkan beberapa kemungkinan yang masuk akal buatku nih ya, kurang lebih mungkin karena hal-hal di bawah berikut :
  1. lahan di negaraku ini sangat sempit.
  2. lahan tersebut di manfaatkan untuk hal yang lebih bermaanfaat ketimbang sekadar di jadikan sebagai area pedestrian.
  3. contoh manfaat lahat tersebut adalah : trotoar yang di jadikan sebagai tempat berjualan para pedagang. nah hal tersebut tentu akan lebih bermanfaat dong ya? secara semua orang memang membutuhkan makanan. ya kan? (sudah jawab saja : IYA).
  4. trotoarpun bisa di manfaatkan sebagai tempat parkir motor. nah..mengacu pada nomer satu itu loh, lahan di negaraku ini sempit, jadi kekurangan tempat parkir, harap maklum ya.
  5. pejalan kaki iti tidak ada harganya. ingat, motor itu minimal harganya adalah 13 juta kan (kalau baru), nah kamu, iya itu kamu yang sukanya kemana-mana jalan kaki, berapa hargamu? (*kemudian di timpuk bakiak), hehe.
well..kurang lebih ya itu deh ya sebab-sebab di negaraku ini sediki berbeda dengan negara maju lainnya. maklum, negara aku kan ceritanya masih berkembang, belum maju. emm..berhubung menyediakan pedestrian yang layak bagi pejalan kaki itu sudah terlalu mainstream,negaraku kan anti mainstream. yeaahh..bangga dong ya(?)

ya kalau kata aku gini : kalau aku naik sepeda, jadi aku g punya hak gitu menikmati jalan raya? atau karena aku jalan kaki, aku nggak ada harganya gitu? nah..salah satu sikap anti mainstream yang bisa kalian lakukan adalah, dengan menjawabnya dengan mengatakan : IYA!. :p

(ew).

mari menari bersama hujan

pagi ini mentari tersenyum sangat sumringah,
aku bahkan bisa merasakan hangatnya sampai ke persendianku,
kusapa kau sekali,
dan sekali lagi,
lalu kutambahkan senyumku, sekilas saja kurasa cukup,
tapi, aku ingat bahwa bukan kau yang kuingini,
ma'af, ucapku pelan,

yang kurindu adalah titik kecil tak berwarna itu,
yang kedatangannya mampu memancing aroma tanah semerbak,
yang kumau adalah dia yang membasahi tanganku ketika aku menyapa dedaunan,
yang bisa membuatku tersenyum hanya dengan menatapnya,
kemudian mulai merayuku untuk menari,
aku ingin hujan.

Rabu, 09 April 2014

untuk lelaki (bagian : 2)

aku mulai berpikir, lama-kelalamaan kisah tentang Mia ini akan kujadikan sebuah cerpen atau bahkan novel. bukan bermaksud mendramatisir keadaan, tetapi memang ini sangat amat drama.

Mia di minta jadi sebuah panitia di kampung tempat tinggalnya. emm..nggak di bayar, ya namanya juga panitia di kampung ya, dapet pahala gitu (amin) aja pokoknya.

awalnya karena Lelaki (ingat kan? itu loh pacarnya Mia, yang aku tulis di postingan sebelumnya? oke inget kan!). kemarin tiba-tiba Lelaki dateng ke tempat acara berlangsung, marah-marah sama Mia. inget! marah-marahnya di depan umum loh ya.

marah karena Mia yang seorang lulusan s1, mau-maunya bekerja seperti itu. hmm..sesuatu yang menurut Lelaki adalah hal yang tidak pantas di lakukan oleh seorang sarjana. kembali berbicara dengan nada tinggi dan memojokkan Mia di depan orang-orang.

terlepas dari kepanitiaan apa yang di bantu oleh Mia, aku tegaskan bahwa itu (menurutku) bukanlah hal yang HINA. membantu masyarakat bukanlah hal hina. mendapat bayaran atau tidak, siapa dirimu secara sosial, apa pekerjaanmu, anak siapa kamu, bagaimana kamu bersikap terhadap masyarakat/lingkunganmu adalah yang paling penting.

bukan karena kamu adalah seorang putra pejabat, lalu kamu harus "rusuh" menyuruh semua orang mengosongkan jalan saat kamu lewat kan?. bukan karena kamu adalah seorang anak dari jendral, lalu semua orang harus hormat kepadamu kan?. bukan karena kakekmu adalah seorang guru besar, lalu memaksa masyarakat menerimamu dengan baik kan? semua tergantung dengan apa dan bagaimana sikapmu sendiri.

sama halnya dengan, hanya karena kamu adalah seorang sarjana kamu hanya akan berteman dengan sarjana-sarjana lainnya kan? untuk apa, jika ternyata sarjana teman-temanmu itu hanyalah seorang pengangguran?
lalu, karena kamu adalah seorang konglomerat kamu tidak mau bergaul dengan orang-orang "melarat" kan? buat apa, jika konglomeratmu itu mengajakmu ke jurang?
kemudian, hanya karena kamu seorang anak duta besar, kamu harus "membesar-besarkan" masalah kan?
terus, kalau toh ternyata kamu adalah putra dari pemilik perusahaan tempe terbesar se-asia tenggara, kenapa? itu kan milik orangtuamu, bukan hasil kerja kerasmu!

well..intinya, siapapun dirimu di kehidupan nyatamu, kamu hanyalah seorang biasa di dalam sebuah kehidupan masyarakat. yang akan di nilai dari bagaimana caramu bersikap dan bertutur kata. jika kamu berteriak seperti preman, maka kamu adalah preman bagi mereka. jika kamu menodongkan senjata ke arah mereka, penjahatlah kamu di mata mereka. jika kamu berjalan merunduk dan bersikap sopan, maka santunlah kamu bagi mereka.

aku tahu, bagi sebagian orang status sosial sangatlah penting. penghargaan dari sekitar adalah sesuatu yang mahal. tapi, bagaimanapun, hargailah orang di lingkungamun terlebih dahulu, maka mereka akan menghargaimu lebih banyak lagi.

ya..aku juga memang bukan orang baik sih, tapi setidaknya ya jangan marah-marah di tempat umum juga. nanti aja di belakang panggung, hehe.

terima kasih kepada lelaki yang masih bisa menghargai perempuannya dengan baik, mencintai mereka dengan benar, dan merendahkan suaranya ketika berbicara dengannya.

salam,
ew.

Senin, 07 April 2014

untuk lelaki.

dear lelaki,

yang terhormat, makhluk Tuhan bernama lelaki. aku adalah seorang perempuan, dengan tidak mengurangi rasa hormatku kepada kalian, kutulis "surat" ini dengan perasaan kesal dan marah pada kalian. mungkin aku hanya marah kepada salah seorang dari kalian. Namun, agar tidak ada lagi perempuan yang mendapatkan perlakuan serupa, berikut kutuangkan semuanya.

temanku adalah seorang perempuan, bernama Mia. ku kenal ia sejak tujuh tahun lalu saat aku masih kuliah. persahabatan kami semakin lama semakin dekat, tak jarang saling bercerita, tidak hanya ketika kami susah namun saat kami bahagia.

Mia memiliki seorang "kekasih", aku sebut saja Lelaki. seingatku mereka telah berpacaran selama hampir tiga tahun. bagiku, itu tentu bukan waktu yang singkat untuk sebuah hubungan. kurasa Mia begitu mencintai Lelaki.

suatu saat, mia mengirimi aku sebuah pesan singkat, berikut percakapanku dengannya :
Mia : aku baru aja di marahin Lelaki di depan teman-temannya
aku : kok gitu? kenapa?
Mia : iya, aku di bentak, karena aku nggak mau makan.
aku : cuma karena nggak mau makan? yakin?
Mia : iya..
(percakapan berlanjut dengan sesi curhat)

oke..mau itu Mia dan Lelaki, atau kalian para lelaki terhadap perempuan kalian, aku sangat membenci tindakan kalian makhluk yang mengaku bernama lelaki bertindak demikian. berteriak kepada seorang perempuan adalah hal yang menurutku sangat memalukan, terlepas apakah mereka memang bersalah atau tidak.

tentu kalian (lelaki) memiliki seorang ibu kan? ibu kalian perempuan kan? bayangkan jika ibu kalian mendapat perlakuan demikian, di permalukan di depan umum, tentu akan sangat menyakitkan bukan? atau aku tidak tahu, mungkin kalian (beberapa lelaki) memang tidak terlahir dengan perasaan dalam darah kalian.

kukatakan untuk kalian, lelaki :
"jika kalian tidak bisa memperlakukan perempuan kalian dengan terhormat atau sekadar menghargainya, biarkan mereka mendapatkan lelaki yang lebih dapat menghargai mereka"

"jika kalian tidak dapat mencintai perempuan kalian dengan cara yang benar, lebih baik tidka usah sama sekali"

"jika kalian mengakui diri kalian adalah seorang lelaki, berlakulah seperti seorang lelaki ketika dia memperlakukan ibunya"

"jika kalian memang tidak dapat memberikan sesuatu yang manis untuk perempuan kalian, sebuah penghargaan kurasa sudah cukup"

"berteriak kepada seorang perempuan bukanlah sikap seorang lelaki dewasa, itu hanya sikap seorang anak kecil yang merajuk"

sekali lagi, dengan tidak mengurangi rasa hormat dan cintaku kepada lelaki, aku hanya tidak ingin perempuan menyesal telah menyerahkan hatinya pada kalian, makhluk bernama LELAKI.

dan untuk perempuan :
"jika dia tidak bisa menghargaimu, apakah mungkin ia mencintaimu?"

"jika dia memperlakukanmu dengan kasar, yakinkah kau bahwa dia bisa mengajarkanmu arti kelembutan?"

"jika dia tidak mencintaimu dengan cara yang benar, kurasa masih ada satu di antara banyak lelaki di luaran sana yang bisa melakukannya"

salam,
ew.

Kamis, 03 April 2014

kucing nokturnal dan crepuscular

udah hampir tiga hari ini gue nggak bisa tidur pules kayak bayi. di jadikan tempat penitipan kucing sama pacar sih gue rasa penyebab terbesarnya. tuh kucing jantan namanya Junior, ras maincoon, umur 11 bulan, dark grey, loreng-loreng khasnya maincoon gitu lah ya.

dari hasil pengamatan (biar kesannya penelitian gitu), ternyata Junior sama Toby (kucing gue) kalo siang-siang kerjanya tidur dengan damainya. nnaahh..giliran mulai masuk jam gue pulang kerja, pasti tuh dua makhluk "merengek" minta "didolani", gitu bahasa jawanya buat "di ajak main".

gue berasumsi kalo kucing gue yang rngajarin Junior rusuh, karena emang dari sononya Toby rusuh. atau, karena kalo siang di kamar nggak ada siapa-siapa, jadi mereka memilih tidur, jadi punya energi yang sangat berlebih buat melek malemnya. ada yang bilang kucing tuh bisa tidur 16-20 jam sehari. bayangin, enak amat idupnya kan? (hahaha).

satu yang paling ngagetin dari Junior adalah kebiasaannya naik ke tempat tidur, naikin kaki depan ke jendela, goyang-goyangin ekornya (pas kena kepala gue), ya kalo udah gitu siapa coba yang bisa tidur? meskipun udah di rayu, di gendong, terus di kelonin tidurnya, tetep tuh jendela lebih menarik daripada gue. entah kenapa (ceritanya cemburu).

akal-akallan biar Toby sama Junior nggak main pas jam gue tidur, salah satu dari mereka akan gue kurung dalam keranjang. kan asumsi awal gue, kalo nggak ada temen main, otomatis mereka bosen terus memilih tidur dong ya. emm..ternyata tidak demikian. Toby (yang biasanya gue kurung) malah ngeong-ngeong kenceng dan berisik, mungkin dia protes kenapa di pisahkan dari Junior (haha).

dari sekian fakta di atas, gue akhirnya menyimpulkan kalo Toby itu nokturnal dan Junior di ajarin nokturnal juga.  tapiii..ternyata dari artikel yang gue baca, ternyata kucing itu nokturnal (sebagian). tau dong ya nokturnal? itu loh yang aktifnya kalo malem, kayak kelelawar sama burung hantu. gue juga baru tau kalo kucing masuk daftar hewan nokturnal.

pupus sudah harapan gue bisa tidur tenang selama punya kucing. ato si Toby di kasih obat tidur ato obat bius aja ya biar aman kalo malem? ya tapi, mana tegalah ya gue ngelakuinnya (pukpuk Toby).

kebiasaan Toby satu lagi yang bikin nggak tega "nyakitin" dia tuh, kalo subuh tuh anak memang pinternya maksimal. dia kebiasaan bakal duduk di sebelah kepala gue, cium bibir/pipi gue, ngeong-ngeong, ya gue anggap aja dia bangunin gue subuhan. hahaha.. padahal bisa aja dia laper dan minta makan kan.

ternyata Toby nggak sebaik yang gue kira. kucing itu ternyata selain ada yang nokturnal, ada juga yang punya sifat crepuscular. artinya..doi aktifnya bukan malem tapi SUBUH. ckckckck.. kecewaaa...