Kamis, 26 Maret 2015

pujian untuk perempuan(mu)

tau atau pernah denger lagunya Jason Mars yang Just The Way You Are?. yang sepenggal liriknya kayak gini :

"i know, i know when a compliment her, she wont believe me"

begitu seterusnya. hehe.

memang kebanyakan perempuan kalau dipuji biasanya malah akan meragukan pujian lo itu dan balik nanya "masak?", "emang iya", "bohong". haha..namanya juga perempuan ya, maklumlah ya kalo memang maunya banyak.

dandan minta dipuji, giliran dipuji malah nggak percaya. bilang nggak suka makan takut gemuk, giliran disaranin olahraga, malah bilang lelakinya milih-milih dan nggak suka karena dia gendut. karepmu ki opo toh nduukk?. ckckckck.

tapi nih ya, mau gimanapun ceritanya, perempuan itu pada dasarnya suka dipuji. sangat suka malahan. bukan karena sebuah pembuktian bahwa ia memang benaran cantik (misal), tapi lebih ke perasaan bahwa lelakinya bangga memilikinya dan ia adalah perempuan paling cantik yang pernah ada. sedikit gombal tentunya, tapi perempuan suka digombalin kok (haha).

contoh pujian sepele untuk perempuan :

1. kamu cantik/kamu pintar
2. masakan kamu enak
3. rambut kamu bagus
4. kamu nggak gendut, tapi olahraga nggak ada salahnya kan?
5. P : aku cocok nggak pake baju ini? // L : cocok kok, eh gimana kalo misalnya ditambah aksesoris bla bla bla.

untuk poin ke-5, lo sebagai lelaki sebenarnya bisa jadi tidak terlalu suka dengan pilihan perempuanmu akan suatu hal, misal baju, warna tas, atau sepatu yang akan ia kenakan ke undangan pernikahan teman kalian. nah, cara mensiasatinya adalah dengan tidak langsung mengatakan "jelek" atau "tidak pantas", tapi lebih ke memberikan another option(s). misalnya, menanyakan apakah tidak apa-apa memakai rok yang terlalu panjang, kerudung yang terlalu bercorak, atau gaun yang terlalu pendek.

tenang saja, perempuanmu akan mengerti kok. bagaimanapun ia juga ingin tampil cantik untuk lelakinya dan membuat lelakinya bangga membawanya ke sebuah acara (misal).

soooo..untuk para lelaki, jangan pelit memberikan pujian untuk perempuan(mu) ya. :) 

(ew).

Selasa, 24 Maret 2015

lelah, maka berhentilah sejenak, lalu kembali.

hanya karena lelah, bukan berarti harus pergi.

ibumu-pun pernah merasa lelah mengajarimu bicara atau berjalan, tapi apakah ia kemudian pergi meninggalkanmu?. tidak. ia hanya berhenti sebentar, tersenyum, belajar, dan kembali mengajarimu dengan cara lain yang lebih baik. terlebih lagi dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan. hanya karena salah satu merasa lelah, bukan berati salah satunya pergi.

seorang istri juga pasti pernah lelah menjadi istri, membereskan rumah plus menjaga balitanya yang sedang aktif berjalan kesana kemari. tapi, apa lantas ia berhenti menjadi seornag istri atau ibu?. tidak!.

klise? memang.

"kasih itu memahami bukan memaksakan"

(ew).

zona nyaman?

benarkah setiap orang memiliki zona nyamannya masing-masing?. jawabannya adalah "iya". disamping zona nyaman yang berbeda untuk setiap orang, tiap-tiap orang juga memiliki tingkat kebosanan yang berbeda untuk hal yang berulang-ulang.

misalnya saja, satu orang sangat nyaman menjalani hidupnya sebagai seorang peneliti yang ingin mencoba menemukan hal-hal baru. atau seorang artis yang nyaman dengan kehidupan glamor dan serba mewah. atau pedagang kaki lima yang nyaman dengan apa yang ia jalani dan merasa cukup dengan apa yang telah ia dapat.

masih banyak lagi memang contoh lainnya. memang yang akan aku bahas kali ini lebih ke soal kenyamaan bidang pekerjaan.

aku sudah dua tahun bekerja di kantorku yang saat ini. bulan-bulan awal tidak begitu bersahabat, layaknya ikan baru yang dimasukkan ke kolam/akuarium baru tentu aku butuh yang namanya penyesuaian. tapi akhirnya pada bulan ke-6 aku mulai merasa bisa terconect dengan ikan-ikan lainnya, yang jauh lebih indah, lebih besar, dan lebih adaptable tentu.

memasuki tahun kedua disini, aku mulai merasa sedikit bosan. aku meng-handle hal yang sama setiap harinya, aku bertemu dengan orang yang sama setiap harinya, dan bercengkrama hanya dengan beberapa orang yang lagi-lagi sama setiap hari. apakah ini artinya aku belum menemukan zona nyamanku bidang pekerjaan?.

aku penasaran, apakah atasanku atau rekan sepekerjaanku merasakan hal yang sama atau mereka memang sudah berada diposisi nyaman sehingga lebih menikmati pekerjaannya?.

sebenarnya apa sih nyaman itu sendiri?.

yang aku tahu, kalau nyaman akan seseorang kamu akan senang untuk tinggal dan berada disekitarnya, nah apakah begitu juga dengan pekerjaan. yang artinya aku belum nyaman dengan pekerjaanku sehingga muncul rasa bosan itu?.

ah sudahlah, memang tidak akan ada habisnya membicarakan diri sendiri (haha).

salam,
(ew).

Kamis, 12 Maret 2015

Seberapa Besar Peran Media Sosial Dalam Menimbulkan Kesalahpahaman


Selamat hari jum'at semuanya. Diawali dengan kemacetan jalan raya Dramaga sampai coffee machine punya kantor yang rusak, alhasil cappucino cuma jadi coffee latte, dan sekarang gue udah duduk manis depan komputer setelah mendapat sedikit kode dari supervisor perihal deadline (haha).

Oke tulisan kali ini sesuai sama judulnya (yang tentunya sudah kalian baca dari tadi) ada hubungannya dengan media sosial. Jenis-jenis media sosial emang makin banyak aja. Gue inget banget awalnya tuh munculah friendster, trus facebook, twitter, tumblr, flickr, instagram, sampe yang terbaru adalah path. Penggunanya (user-nya) sebenenya sama saja, mereka yang bosen sama facebook yang sekarang makin banyak iklannya pindah ke twitter. Yang bosen baca timeline mantan kemudian pindah curhat ke tumblr. Yang suka foto ya sering upload di instagram. Lalu yang ceritanya lagi usaha "ngodein" seseorang ya update "now listening" lagu apaan gitu di path.

Bohong banget kalo kalian bukan salah satunya, yekan?.

Tapi nih ya, sekarang coba deh pikirin, seberapa besar pengaruh media sosial terhadap pendapat orang lain ke diri lo?. Misalnya, lo sering update tentang travelling jadi orang berpendapat lo adalah orang yang hobi jalan-jalan. Atau lo suka upload foto makanan plus check in tempatnya, oke mungkin lo adalah orang yang doyan makan dan suka foto. Atau (lagi) lo adalah orang yang sering update cerita galau, ya bisa jadi orang akan mikir kalo lo adalah orang yang rapuh. Iyes rapuh kayak tulang berusia ratusan tahun gitu, rapuh (emaap kalo jayus).

Ada pendapat yang bilang gini "posting saja yang kalian mau, bukan yang mereka suka". Bener sih memang, tapi coba deh dipikirin lagi setelah lo baca tulisan ini mungkin akan ngerti yang gue maksud.

Sekarang tentang gimana hebatnya media sosial menimbulkan "kesalahpahaman". Misalnya aja deh yang paling gampang, ada 1 orang cewek yang hobi banget "ngelopein" postingan cowok lo di path, atau yang lebih sompral lagi ya ngetag post di facebook/path kalo doi lagi sama cowok lo. Hayo..gimana rasanya?.

Ada golongan perempuan yang akan langsung "ngelabrak" oknum tidak bertanggung jawab tersebut, tapi ada juga golongan yang justeru akan ngomel ke pasangannya dulu, dan meminta penjelasan (oke gue golongan tersebut, thanks God). Gue pernah kok dilabrak sama istri orang cuma karena gue ngetag foto hasil pendakian gue dengan suaminya. Well..kalimatnya sih biasa aja, cuman dari sana gue tau kalo tuh istri ngira gue suka sama suaminya (haha). Salah paham dong ini namanya.

Pernah juga dilabrak sama pacarnya temen. Yang ini nggak bisa disebut besar tapi nggak sepele juga sih. Temen gue curhat tentang ceweknya itu, meskipun ujung-ujungnya ngelantur ke mantannya, ke gebetannya, kemana-mana tau, nah dibaca deh tuh sama tuh cewek. Marah deh sama gue.

Seriously, dilabrak tuh malah bikin lo ngerasa menang loh. Karena sang pelabrak itu terlihat kalah dan khawatir kalo ternyata cowoknya emang beneran "falling for u". Jadi, buat para perempuan yang mengalami teror perempuan lain via medsos, sebaiknya kalian bermain dengan elegan, kasih counter attack dengan cantik girls (hahaha).

Eh maap-maap kok jadi ngelantur kesana-sana ya. Balik lagi tentang seberapa besar ngaruhnya medsos buat memunculkan sebuah kesalahpahaman nih ya.

Jadi, ini cerita temen gue, sebut saja Fia. Fia ini punya pacar, namanya Deki. Deki ini tentu punya temen-temen yang bukan cuma laki tapi juga perempuan dong ya. Deki lagi demen mainan path, gitu juga sama temen-temennya itu tadi. Karena satu dan lain hal, salah satu temennya Deki nge-add Fia di path. Fia yang notabene kenal juga sama tuh cewek yang nge-add (sebut saja Mona) memutuskan buat accept friend request tersebut.

Seperti yang kalian tau kalo di path itu ada menu visit yang memungkinkan kita buat berkunjung ke "home" nya teman kita. Fia melakukan itu dan menemukan sesuatu. Sesuatu itu sebenernya sudah Fia tau sejak lama, cuma dengan versi berbeda. Dipostinga itu Mona ngetag Deki dalam sebuah foto, dengan caption yang seolah menunjukkan kepada pengguna path lainnya bahwa mereka adalah "pasangan" atau minimal "punya hubungan khusus". Meskipun memang postingan itu nggak digubris sama Deki karena Deki nggak ngerasa dapet notif tag tersebut.

Marahnya Fia bertambah setelah membaca coment-coment teman-teman Mona dan Deki. Coment tersebut seolah mengiyakan hubungan mereka dan lupa bahwa Deki adalah kekasih Fia. Kebetulan Fia adalah tipe perempuan yang masuk golongan ngomel ke pasangan bukan melabrak oknum tidak bertanggung jawabnya. Akhirnya Fia meminta penjelasan dari Deki.

Setelah mendengar penjelasan dari Deki, Fia tau kalau ini hanya kesalahpahaman. Tapi, namanya juga perempuan kan, rada mengerikan memang kalau udah terusik. If u know what i mean ya, haha. Tapi, memang kejadian salah paham gara-gara medsos itu nggak satu atau dua kali. Apa lagi kalo jelas tau cewek yang "usil" itu mengindikasikan suka ke cowoknya. Itu malah bisa jadi bakal lebih mengerikan lagi.

Itu yang kejadian sama Fia. Doi tau kalo Mona sebenernya suka sama Deki, cuman emang dari awal mereka nggak bisa sama-sama. Dari sana Fia memutuskan buat "ngelawan" balik tapi dengan cara elegan kayak yang udah gue sebut tadi. Contoh sepelenya adalah posting tentang Fia dan Deki, yang mempertegas kalau Mona cuman gangguan kecil aja. Well..perempuan memang mengerikan, memang!!!.

Versi berbeda juga ada kejadian ke temen gue yang lain. Kali ini cowok yang sedang ngegebet cewek dan ada ternyata tanpa dia sadari tuh cewek ngegebet temen gue tadi (ngerti? ya gitu deh pokoknya ya). Tapi, gebetan temen gue ini golongan pelabraknya. Jadi, meskipun belum menyandang predikat pacarnya temen gue, doi udah aja gitu ngusir dengan cara "kasar" si cewek yang diduga kuat usaha "ganggu" hubungan mereka. Ngeri? Tentunya, namanya juga perempuan, hahaha.

Jadi, sebenernya ya kalo boleh dibilang, sebaiknya memang kita kudu lebih bijak menggunakan media sosial. Memang sih itu milik pribadi kita, tapi kita kudu inget kalo kita nggak hidup sendirian di dunia per-medsos-an tersebut. Akan ada aja kesalahpahaman yang muncul karena postingan yang kita buat menyinggung pihak lain.

(ew)

Rabu, 25 Februari 2015

yang sudah pergi tidak pantas kau minta kembali

oke selamat hari rabu semuanya. selamat atas pertunangan my lovely wednesday girl yaitu henni pratiwi, dan selamat mengantuk buat yang lagi ngadep komputer dan ini masih jam 1 siang.

cerita hari ini adalah cerita dari temannya teman. jadi temanku punya seorang teman, kemudian dia menjadi pemeran utama dalam kisah kali ini, rudi namanya. oke, mari kita mulai kisahnya ya.

rudi ini baru saja putus cinta. sedih tentunya. tapi yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika menyadari bahwa sang mantan, sebut saja mia sudah memiliki seseorang yang menggantikannya. tapi sebenarnya tidak bisa menyalahkan mia yang begitu cepat move on, karena kesalahan awal terletak pada rudi.

rudi melakukan sebuah dosa besar yang menurut (sebagian) perempuan adalah dosa tidak termaafkan. ya meskipun tidak jarang banyak juga perempuan yang mengampuni sebuah perselingkuhan. oke, rudi berselingkuh dan mengakuinya, namun dengan sedikit berbohong dan tidak menceritakan keseluruhan dari cerita kepada mia.

rudi dan mia sudah menjalin hubungan kurang lebih empat tahun, angka yang tidak kecil bukan untuk sebuah hubungan?. karena tugas pekerjaan, mereka menjalin hubungan jarak jauh. rudi ditempatkan di luar jawa, sementara mia tetap tinggal dan bekerja di jakarta.

selang beberapa lama setelah mereka berjauhan, rudi mengakui bahwa ia sempat menjalin hubungan dengan seorang perempuan, rekan sekantornya. mia tentu marah dan merasa dikhianati, kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan rudi.

sebenarnya pada awalnya rudi tidak berniat mengatakan perselingkuhannya kepada mia, namun karena tidak ingin lagi membohongi mia, ia akhirnya berkata jujur. hal yang tidak rudi katakan kepada mia adalah bahwa hingga saat ini dia masih menjalin hubungan dengan teman sekantornya itu (sebut saja icha). rudi mengatakan bahwa ia "pernah" bukan "sedang" menjalin hubungan dengan icha.

rudi menampik setiap nasihat yang keluar dari orang-orang terdekatnya, dengan alasan ia merasa yakin hubungannya dengan icha akan berhasil dan berjalan baik.

karena satu dan lain hal, rudi terpaksa keluar dari pekerjaannya, dan kembali ke pulau jawa. meninggalkan icha jauh disana dan menjalin hubungan jarak jauh. pada awalnya hubungan memang berjalan baik, namun lama-kelamaan mulai muncul prasangka diantara keduanya. saling curiga dan ragu mulai membumbui hubungan tersebut.

icha semakin meragukan kejujuran rudi. contohnya saja "rudi sedang dimana, dengan siapa, sedang apa?", iya aku tahu itu terdengar seperti sebuah lagu band melayu yang aku lupa apa namanya itu. begitu pula rudi, semakin kurang kepercayaannya kepada icha yang jauh disana. icha biasanya akan "meneror" rudi, meminta pembuktian bahwa ia sedang bersama teman lelaki buka teman perempuan, begitu juga rudi.

kalau menurutku, ini karena kesalahan ketika awal menjalin hubungan. mereka bertemu ketika mereka masih bersama pasangannya masing-masing. rudi memiliki mia, dan icha pun sedang memiliki kekasih. wajar menurutku jika akhirnya mereka saling curiga. begini, rudi khawatir icha kembali kepada kekasihnya, begitu juga icha yang khawatir rudi akan menghubungi mia kembali.

pada suatu ketika, rudi menyatakan bahwa ia lelah dengan hubungannya yang mulai tidak sehat tersebut. dan secara tersirat menanyakan kabar mia kepada romi (nama temanku yang adalah temannya itu). bukan hanya kabar, tetapi juga menanyakan siapa kekasih mia saat ini. oke, mungkin rudi mulai menyesali apa yang sudah ia lakukan dulu. mungkin juga ia mulai sadar bahwa sejak awal memang tidak seharusnya ia meninggalkan mia demi icha.

usut punya usut, saat ini mia sudah memiliki lelakinya dan berbahagia. jika aku adalah mia, dan aku tahu bahwa rudi menyesal telah meninggalkannya, ada beberapa hal yang akan membuat mia merasa menang. 1.rudi menyesal, 2.mia sudah bersama lelaki lain sedangkan hubungan rudi dan icha berakhir, 3.mia menjadi perempuan yang semakin cantik dan sukses.

terdengar jahat memang, tapi hei, apa salahnya merasa menang atas orang yang menyakitimu (hahaa).

aku dengar minggu lalu akhirnya rudi dan icha sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka. terdengar jahat, tapi aku senang dan bahagia untuk mia dan kekasihnya yang baru. dan untuk rudi, kadang apa yang sudah kamu lepaskan tidak berhak kamu minta kembali, tidak pantas.

tapi, aku hargai keberanian rudi mengambil resiko dengan berkata jujur kepada mia tentang dosa besarnya itu. bisa saja kan rudi tidak mengatakannya kepada mia dan terus menjalin hubungan dengan dua perempuan, tapi itu tidak ia lakukan dengan alasan tidak ingin berbohong lebih lagi.

(ew)

Jumat, 13 Februari 2015

the most terrible question isn't it??



aku tahu ini sabtu dan aku di kantor. jadi mari mengumpulkan sedikit semangat yang berceceran dengan menulis. hari ini episode ngoceh sendiri intinya, eh tapi berdasar pengalaman dan cerita temen-temen juga ding.

jadi gini, aku yang sudah memasuki masa seperempat abad ini tentu memiliki lingkaran teman-teman yang usianya pun tidak aka jauh berbeda denganku. paling muda mungkin 22, paling senior tentu tak hingga. ada beberapa pertanyaan yang kadang suka ganggu (jujur bukan cuma buat aku), berikut aku kasih contohnya.

misal :
pacarnya MANA?
calonnya MANA?
suaminya MANA?
anaknya MANA?

oke, yang tersebut diatas tidak semengerikan yang satu ini --> KAPAN nikah?. yeekaaann??

ya, aku secara pribadi sudah sangat sering bahkan ampe muak ditanya begitu. tapi, sekarang gini deh, masalahnya itu nggak segampang membalikkan telapak tangan atau beli kerupuk atau ada WA (wedding organiser) yang menyediakan jasa lengkap dengan calonnya, NGGAK. ingat itu hai yang suka nanya-nanya.

yang orang luar tidak tahu adalah bahwa bisa saja orang yang kalian tanya "kapan nikah" itu sedang berjuang untuk menikah. terus lagi, kalian akan melanjutkan argumen "menikah itu baik loh". makjaaannngg..kalo nggak baik ya emak sama bapakku nggak menikah.

terus lanjut lagi, "yang baik itu harus disegerakan loh". yailllaaaahhh..dari zaman batu juga orang udah pada tahu kalau yang baik-baik itu tidak boleh ditunda. tapi yang jadi masalahnya lagi, apa kalian tahu, kehidupan mereka tidaklah semudah kehidupan kalian. bahkan ketika kalian merencanakan menikah dulu pun sempat mengalami kesulitan kan?. bagus kalau rencana kalian memang berjalan lancar tanpa hambatan. tapi, aku dan beberapa orang yang sering kalian tanyai dan "intimidasi" itu berbeda denganmu.

misalnya saja yang paling krusial, restu orangtua yang belum mereka dapatkan, perbedaan budaya dan adata istiadat, atau masih banyak lagi masalah lain. apa? merasa belum mapan?. terus kalian akan berucap lagi "rezeki nanti juga ada kalau sudah menikah". iya gais, nenekku juga dulu bilang gitu.

tapi, apa salahnya sih punya target sendiri-sendiri. aku bahkan tidak pernah menyakiti kalian dengan targetku, aku juga tidak pernah mengusik apa yang menjadi targetmu, jadi bisa tidak kita menjalani kehidupan kita masing-masing?.

jawabannya sebenarnya aku sudah tahu. TIDAK. kita hidup di indonesia, yang notabene menganggap anak perawan diatas 23 tahun belum menikah adalah sebuah keganjilan, kutukan, dan harus dibasmi/dimusnahkan dari muka bumi. selain itu, kita hidup dalam masyarakat yang terkadang suka nyinyir dan mengurusi masalah orang lain, karena mereka mungkin tidak punya cukup masalah untuk dirurus.

beberapa hal yang kadang membuat perempuan menunda menikah (menurutku dan hasil riset singkat ke teman-teman) :
- mereka ingin sekolah/kuliah/kuliah lagi/kuliah lagi
- mereka ingin menabung untuk hal lain
- mereka mempunyai target usia pas menikah
- mereka bekerja sehingga punya kesibukan
- mereka tidak ingin tergesa-gesa
- mereka sedang berusaha "menemukan" jodohnya

kesimpulannya, berhenti bertanya kapan nikah, karena kedua orangtuaku tercinta-pun tidak ambil pusing. lalu kenapa kalian yang hanya orang "asing" ingin seolah terlihat perduli dengan hidupku?. mengertikan yang aku maksud?. oke, terimakasih.

have a great weekend semuanya.

(ew).


Kamis, 12 Februari 2015

cemburu (yang kebetulan berlebihan)

namanya juga perempuan. kalau tidak berlebihan ya bukan perempuan namanya. misalnya saja, tiba-tiba menyukai lelaki secara berlebihan, terobsesi menurunkan berat badan dengan cara berlebihan, atau membenci seseorang dengan berlebihan pula. semua pokoknya kudu berlebih(an) kalau menyinggung makhluk perempuan.

oke, maaf kalau ada yang tidak merasa berlebihan dan tersinggung setelah membaca tulisan ini, maklum aku adalah salah satu perempuan yang memiliki sifat berlebihan seperti kusebutkan diatas. bukan bermaksud hendak mengeneralisir seluruh perempuan ya, tidak. sungguh. jadi, tulisan ini hanya menurutku saja, opini, bukan bermaksud menjelekkan kalian. jika aku menyebut kata perempuan nantinya, berarti itu hanya sebagaian perempuan saja, oke? deal.

akan aku contohkan satu persatu ya :

menyukai seseorang secara berlebihan :
perempuan yang berada pada tahap ini, biasanya akan serba berlebihan dalam mengambil tindakan atau memposisikan dirinya. misalnya, rasa keingintahuannya terhadap orang yang sedang ia sukai akan meningkat pesat. perempuan ini, biasanya akan melakukan "apa saja" untuk tahu semua hal tentang pujaan hatinya.

contohnya adalah, memfollow akun media sosial sang pujaan, mencari informasi tentang kegiatan sang pujaan, bisa dengan menanyakan kepada teman atau ya hal yang paling mudah adalah dengan mengikuti timeline kehidupannya di media sosial tersebut. berlebihannya mulai akan terlihat jika ia merasa sang pujaan hati "menghilang" dari dunia per-med-sos-an. jarang atau bahkan tidak pernah update lagi justru akan menimbulkan dampak semakin parah. misalnya, uring-uringan, tidak mood, dan menyalahkan hal sekecil apapun yang dirasa pantas untuk disalahkan.

contohnya lagi adalah, menanyakan hal apapun kepada pihak terkait, dalam hal ini adalah sang pujaan hati itu sendiri. misal, letak/alamat sebuah cafe/tempat makan, rute jalan, hingga hal yang dirasa tidak sepantasnya yaitu "siapa perempuan yang berfoto bersamamu itu?". untuk hal yang menanyakan lokasi suatu tempat, sebenarnya ada dua kemungkinan. yang pertama, ia memang tidak tahu, kedua ia tidak tahu dan berharap bisa "didampingi" ketempat itu.

contoh mudahnya adalah, kalian merupakan fans dari seorang aktor tampan dari korea, sebut saja Jung Yong Hwa. tentu kalian akan mengikuti member dari CN BLUE tersebut bukan, bisa dari fanspage facebook, twitter pribadi, instagram official/pribadi, segala tentangnya ingin kalian ketahui.

membenci berlebihan :
pada fase ini, perempuan akan berubah menyeramkan dan mengerikan. perempuan bisa saja akan membenci orang tersebut, yang bahkan belum pernah ia temui, hanya karena orang tersebut pernah menyakiti sahabat terbaiknya (misalnya mantan kekasih sahabat).

hal lain lagi misalnya, jika ia merasa diberi harapan palsu oleh orang yang tadi sempat ia sukai (secara berlebihan), maka spontan perempuan tersebut akan membencinya dengan segenap jiwa dan raga. akan mem-block media sosial orang tersebut, unfollow twitter/instagram/facebook atau medsos lainnya yang pernah ia ikuti. mengerikan? tentunya, namanya juga perempuan, berlebihan. ingat itu!.

cemburu berlebihan :
cemburu yang kusebut berlebihan ini bisa dibilang, perempuan tersebut belum tentu memiliki hubungan khusus dengan sang pujaan hati, namun ia akan cemburu berlebihan ketika melihat pujaan hatinya bersama perempuan lain. yang misalnya, lebih cantik dari dirinya. kondisi ini bisa pula melanda fans seorang artis tampan yang memiliki kekasih perempuan cantik, maka akan bermunculan pulalah haters untuk kekasih dari sang artis tersebut. dengan landasan dasar "kecemburuan" ketika pembentukan persatuan haters tersebut. lucu bukan? (haha iya).

jika masuk ke fase cemburu berlebihan ini, perempuan biasanya akan mencari tahu tentang si perempuan yang "merebut" perhatiaan sang pujaan hati, mencoba mengenalnya, lalu menemukan bahwa sang pujaan benar memiliki hubungan khusus maka,akan semakin berlebihan pula cemburunya.

cemburu berlebihan bentuk lain ada lagi. ini terjadi jika perempuan mulai merasa bahwa ada perempuan lain yang menyukai kekasihnya. perempuan "jenis" ini biasanya tidak jauh berbeda dengan perempuan cemburu diatas, namun dalam bentuk lebih mengerikan. karena merasa memiliki hak atas kekasihnya, maka biasanya ia akan menjadi super protektif terhadap pasangannya. misalnya melarang kekasihnya bertemu hanya berdua saja dengan teman perempuannya, memboncengnya dimotor, membalas chat penting yang akhirnya menjadi tidak penting, seperti becandaan yang dikhawatirkan merembet kemana-mana. terlebih lagi, jika teman perempuan sang kekasih tersebut mengindikasikan suka yang lebih dari sekadar teman.

obsesi kurus berlebihan :
entah ada apa dengan hal satu ini. tapi, kurasa banyak sekali perempuan yang terobsesi dengan hal bernama kurus, aku salah satunya. akan sangat bermasalah jika seseorang saja (terlebih jika itu lelaki/pujaan hati) yang mengatakan bahwa "kamu gendut". dengan spontan mereka akan menjalankan diet ketat.

ada kasus kekasih dari temanku bahkan diopname beberapa hari karena gejala thypus. ia tidak mengkonsumsi makanan selain buah dan sayur selama satu minggu demi menjadi kurus seperti yang diinginkan kekasihnya. ada pula temanku yang sampai mengikuti program diet bernama OCD, kemudian fitnes, tidak makan malam, tidak minum susu (kecuali low fat), tidak makan makanan dari produk dairy milk, tidak makan daging, dan masih banyak lagi yang lainnya.

nah, tidak salah jika aku memanggil perempuan (dan diriku sendiri) adalah makhluk berlebihan. secara pribadi, aku adalah perempuan yang masuk golongan cemburu berlebihan. karena aku tidak bisa menyembunyikan cemburuku barang sedikit saja (hahaha).

well, entah harus dikontrol atau ya mau diapakan lag pada dasarnya ini sifat, terserah bagaimana kalian menyikapinya. intinya, "jadilah diri sendiri, nyamanlah dengan dirimu sendiri, maka orang akan nyaman terhadap dirimu".

(ew).