Rabu, 25 Februari 2015

yang sudah pergi tidak pantas kau minta kembali

oke selamat hari rabu semuanya. selamat atas pertunangan my lovely wednesday girl yaitu henni pratiwi, dan selamat mengantuk buat yang lagi ngadep komputer dan ini masih jam 1 siang.

cerita hari ini adalah cerita dari temannya teman. jadi temanku punya seorang teman, kemudian dia menjadi pemeran utama dalam kisah kali ini, rudi namanya. oke, mari kita mulai kisahnya ya.

rudi ini baru saja putus cinta. sedih tentunya. tapi yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika menyadari bahwa sang mantan, sebut saja mia sudah memiliki seseorang yang menggantikannya. tapi sebenarnya tidak bisa menyalahkan mia yang begitu cepat move on, karena kesalahan awal terletak pada rudi.

rudi melakukan sebuah dosa besar yang menurut (sebagian) perempuan adalah dosa tidak termaafkan. ya meskipun tidak jarang banyak juga perempuan yang mengampuni sebuah perselingkuhan. oke, rudi berselingkuh dan mengakuinya, namun dengan sedikit berbohong dan tidak menceritakan keseluruhan dari cerita kepada mia.

rudi dan mia sudah menjalin hubungan kurang lebih empat tahun, angka yang tidak kecil bukan untuk sebuah hubungan?. karena tugas pekerjaan, mereka menjalin hubungan jarak jauh. rudi ditempatkan di luar jawa, sementara mia tetap tinggal dan bekerja di jakarta.

selang beberapa lama setelah mereka berjauhan, rudi mengakui bahwa ia sempat menjalin hubungan dengan seorang perempuan, rekan sekantornya. mia tentu marah dan merasa dikhianati, kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan rudi.

sebenarnya pada awalnya rudi tidak berniat mengatakan perselingkuhannya kepada mia, namun karena tidak ingin lagi membohongi mia, ia akhirnya berkata jujur. hal yang tidak rudi katakan kepada mia adalah bahwa hingga saat ini dia masih menjalin hubungan dengan teman sekantornya itu (sebut saja icha). rudi mengatakan bahwa ia "pernah" bukan "sedang" menjalin hubungan dengan icha.

rudi menampik setiap nasihat yang keluar dari orang-orang terdekatnya, dengan alasan ia merasa yakin hubungannya dengan icha akan berhasil dan berjalan baik.

karena satu dan lain hal, rudi terpaksa keluar dari pekerjaannya, dan kembali ke pulau jawa. meninggalkan icha jauh disana dan menjalin hubungan jarak jauh. pada awalnya hubungan memang berjalan baik, namun lama-kelamaan mulai muncul prasangka diantara keduanya. saling curiga dan ragu mulai membumbui hubungan tersebut.

icha semakin meragukan kejujuran rudi. contohnya saja "rudi sedang dimana, dengan siapa, sedang apa?", iya aku tahu itu terdengar seperti sebuah lagu band melayu yang aku lupa apa namanya itu. begitu pula rudi, semakin kurang kepercayaannya kepada icha yang jauh disana. icha biasanya akan "meneror" rudi, meminta pembuktian bahwa ia sedang bersama teman lelaki buka teman perempuan, begitu juga rudi.

kalau menurutku, ini karena kesalahan ketika awal menjalin hubungan. mereka bertemu ketika mereka masih bersama pasangannya masing-masing. rudi memiliki mia, dan icha pun sedang memiliki kekasih. wajar menurutku jika akhirnya mereka saling curiga. begini, rudi khawatir icha kembali kepada kekasihnya, begitu juga icha yang khawatir rudi akan menghubungi mia kembali.

pada suatu ketika, rudi menyatakan bahwa ia lelah dengan hubungannya yang mulai tidak sehat tersebut. dan secara tersirat menanyakan kabar mia kepada romi (nama temanku yang adalah temannya itu). bukan hanya kabar, tetapi juga menanyakan siapa kekasih mia saat ini. oke, mungkin rudi mulai menyesali apa yang sudah ia lakukan dulu. mungkin juga ia mulai sadar bahwa sejak awal memang tidak seharusnya ia meninggalkan mia demi icha.

usut punya usut, saat ini mia sudah memiliki lelakinya dan berbahagia. jika aku adalah mia, dan aku tahu bahwa rudi menyesal telah meninggalkannya, ada beberapa hal yang akan membuat mia merasa menang. 1.rudi menyesal, 2.mia sudah bersama lelaki lain sedangkan hubungan rudi dan icha berakhir, 3.mia menjadi perempuan yang semakin cantik dan sukses.

terdengar jahat memang, tapi hei, apa salahnya merasa menang atas orang yang menyakitimu (hahaa).

aku dengar minggu lalu akhirnya rudi dan icha sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka. terdengar jahat, tapi aku senang dan bahagia untuk mia dan kekasihnya yang baru. dan untuk rudi, kadang apa yang sudah kamu lepaskan tidak berhak kamu minta kembali, tidak pantas.

tapi, aku hargai keberanian rudi mengambil resiko dengan berkata jujur kepada mia tentang dosa besarnya itu. bisa saja kan rudi tidak mengatakannya kepada mia dan terus menjalin hubungan dengan dua perempuan, tapi itu tidak ia lakukan dengan alasan tidak ingin berbohong lebih lagi.

(ew)

Jumat, 13 Februari 2015

the most terrible question isn't it??



aku tahu ini sabtu dan aku di kantor. jadi mari mengumpulkan sedikit semangat yang berceceran dengan menulis. hari ini episode ngoceh sendiri intinya, eh tapi berdasar pengalaman dan cerita temen-temen juga ding.

jadi gini, aku yang sudah memasuki masa seperempat abad ini tentu memiliki lingkaran teman-teman yang usianya pun tidak aka jauh berbeda denganku. paling muda mungkin 22, paling senior tentu tak hingga. ada beberapa pertanyaan yang kadang suka ganggu (jujur bukan cuma buat aku), berikut aku kasih contohnya.

misal :
pacarnya MANA?
calonnya MANA?
suaminya MANA?
anaknya MANA?

oke, yang tersebut diatas tidak semengerikan yang satu ini --> KAPAN nikah?. yeekaaann??

ya, aku secara pribadi sudah sangat sering bahkan ampe muak ditanya begitu. tapi, sekarang gini deh, masalahnya itu nggak segampang membalikkan telapak tangan atau beli kerupuk atau ada WA (wedding organiser) yang menyediakan jasa lengkap dengan calonnya, NGGAK. ingat itu hai yang suka nanya-nanya.

yang orang luar tidak tahu adalah bahwa bisa saja orang yang kalian tanya "kapan nikah" itu sedang berjuang untuk menikah. terus lagi, kalian akan melanjutkan argumen "menikah itu baik loh". makjaaannngg..kalo nggak baik ya emak sama bapakku nggak menikah.

terus lanjut lagi, "yang baik itu harus disegerakan loh". yailllaaaahhh..dari zaman batu juga orang udah pada tahu kalau yang baik-baik itu tidak boleh ditunda. tapi yang jadi masalahnya lagi, apa kalian tahu, kehidupan mereka tidaklah semudah kehidupan kalian. bahkan ketika kalian merencanakan menikah dulu pun sempat mengalami kesulitan kan?. bagus kalau rencana kalian memang berjalan lancar tanpa hambatan. tapi, aku dan beberapa orang yang sering kalian tanyai dan "intimidasi" itu berbeda denganmu.

misalnya saja yang paling krusial, restu orangtua yang belum mereka dapatkan, perbedaan budaya dan adata istiadat, atau masih banyak lagi masalah lain. apa? merasa belum mapan?. terus kalian akan berucap lagi "rezeki nanti juga ada kalau sudah menikah". iya gais, nenekku juga dulu bilang gitu.

tapi, apa salahnya sih punya target sendiri-sendiri. aku bahkan tidak pernah menyakiti kalian dengan targetku, aku juga tidak pernah mengusik apa yang menjadi targetmu, jadi bisa tidak kita menjalani kehidupan kita masing-masing?.

jawabannya sebenarnya aku sudah tahu. TIDAK. kita hidup di indonesia, yang notabene menganggap anak perawan diatas 23 tahun belum menikah adalah sebuah keganjilan, kutukan, dan harus dibasmi/dimusnahkan dari muka bumi. selain itu, kita hidup dalam masyarakat yang terkadang suka nyinyir dan mengurusi masalah orang lain, karena mereka mungkin tidak punya cukup masalah untuk dirurus.

beberapa hal yang kadang membuat perempuan menunda menikah (menurutku dan hasil riset singkat ke teman-teman) :
- mereka ingin sekolah/kuliah/kuliah lagi/kuliah lagi
- mereka ingin menabung untuk hal lain
- mereka mempunyai target usia pas menikah
- mereka bekerja sehingga punya kesibukan
- mereka tidak ingin tergesa-gesa
- mereka sedang berusaha "menemukan" jodohnya

kesimpulannya, berhenti bertanya kapan nikah, karena kedua orangtuaku tercinta-pun tidak ambil pusing. lalu kenapa kalian yang hanya orang "asing" ingin seolah terlihat perduli dengan hidupku?. mengertikan yang aku maksud?. oke, terimakasih.

have a great weekend semuanya.

(ew).


Kamis, 12 Februari 2015

cemburu (yang kebetulan berlebihan)

namanya juga perempuan. kalau tidak berlebihan ya bukan perempuan namanya. misalnya saja, tiba-tiba menyukai lelaki secara berlebihan, terobsesi menurunkan berat badan dengan cara berlebihan, atau membenci seseorang dengan berlebihan pula. semua pokoknya kudu berlebih(an) kalau menyinggung makhluk perempuan.

oke, maaf kalau ada yang tidak merasa berlebihan dan tersinggung setelah membaca tulisan ini, maklum aku adalah salah satu perempuan yang memiliki sifat berlebihan seperti kusebutkan diatas. bukan bermaksud hendak mengeneralisir seluruh perempuan ya, tidak. sungguh. jadi, tulisan ini hanya menurutku saja, opini, bukan bermaksud menjelekkan kalian. jika aku menyebut kata perempuan nantinya, berarti itu hanya sebagaian perempuan saja, oke? deal.

akan aku contohkan satu persatu ya :

menyukai seseorang secara berlebihan :
perempuan yang berada pada tahap ini, biasanya akan serba berlebihan dalam mengambil tindakan atau memposisikan dirinya. misalnya, rasa keingintahuannya terhadap orang yang sedang ia sukai akan meningkat pesat. perempuan ini, biasanya akan melakukan "apa saja" untuk tahu semua hal tentang pujaan hatinya.

contohnya adalah, memfollow akun media sosial sang pujaan, mencari informasi tentang kegiatan sang pujaan, bisa dengan menanyakan kepada teman atau ya hal yang paling mudah adalah dengan mengikuti timeline kehidupannya di media sosial tersebut. berlebihannya mulai akan terlihat jika ia merasa sang pujaan hati "menghilang" dari dunia per-med-sos-an. jarang atau bahkan tidak pernah update lagi justru akan menimbulkan dampak semakin parah. misalnya, uring-uringan, tidak mood, dan menyalahkan hal sekecil apapun yang dirasa pantas untuk disalahkan.

contohnya lagi adalah, menanyakan hal apapun kepada pihak terkait, dalam hal ini adalah sang pujaan hati itu sendiri. misal, letak/alamat sebuah cafe/tempat makan, rute jalan, hingga hal yang dirasa tidak sepantasnya yaitu "siapa perempuan yang berfoto bersamamu itu?". untuk hal yang menanyakan lokasi suatu tempat, sebenarnya ada dua kemungkinan. yang pertama, ia memang tidak tahu, kedua ia tidak tahu dan berharap bisa "didampingi" ketempat itu.

contoh mudahnya adalah, kalian merupakan fans dari seorang aktor tampan dari korea, sebut saja Jung Yong Hwa. tentu kalian akan mengikuti member dari CN BLUE tersebut bukan, bisa dari fanspage facebook, twitter pribadi, instagram official/pribadi, segala tentangnya ingin kalian ketahui.

membenci berlebihan :
pada fase ini, perempuan akan berubah menyeramkan dan mengerikan. perempuan bisa saja akan membenci orang tersebut, yang bahkan belum pernah ia temui, hanya karena orang tersebut pernah menyakiti sahabat terbaiknya (misalnya mantan kekasih sahabat).

hal lain lagi misalnya, jika ia merasa diberi harapan palsu oleh orang yang tadi sempat ia sukai (secara berlebihan), maka spontan perempuan tersebut akan membencinya dengan segenap jiwa dan raga. akan mem-block media sosial orang tersebut, unfollow twitter/instagram/facebook atau medsos lainnya yang pernah ia ikuti. mengerikan? tentunya, namanya juga perempuan, berlebihan. ingat itu!.

cemburu berlebihan :
cemburu yang kusebut berlebihan ini bisa dibilang, perempuan tersebut belum tentu memiliki hubungan khusus dengan sang pujaan hati, namun ia akan cemburu berlebihan ketika melihat pujaan hatinya bersama perempuan lain. yang misalnya, lebih cantik dari dirinya. kondisi ini bisa pula melanda fans seorang artis tampan yang memiliki kekasih perempuan cantik, maka akan bermunculan pulalah haters untuk kekasih dari sang artis tersebut. dengan landasan dasar "kecemburuan" ketika pembentukan persatuan haters tersebut. lucu bukan? (haha iya).

jika masuk ke fase cemburu berlebihan ini, perempuan biasanya akan mencari tahu tentang si perempuan yang "merebut" perhatiaan sang pujaan hati, mencoba mengenalnya, lalu menemukan bahwa sang pujaan benar memiliki hubungan khusus maka,akan semakin berlebihan pula cemburunya.

cemburu berlebihan bentuk lain ada lagi. ini terjadi jika perempuan mulai merasa bahwa ada perempuan lain yang menyukai kekasihnya. perempuan "jenis" ini biasanya tidak jauh berbeda dengan perempuan cemburu diatas, namun dalam bentuk lebih mengerikan. karena merasa memiliki hak atas kekasihnya, maka biasanya ia akan menjadi super protektif terhadap pasangannya. misalnya melarang kekasihnya bertemu hanya berdua saja dengan teman perempuannya, memboncengnya dimotor, membalas chat penting yang akhirnya menjadi tidak penting, seperti becandaan yang dikhawatirkan merembet kemana-mana. terlebih lagi, jika teman perempuan sang kekasih tersebut mengindikasikan suka yang lebih dari sekadar teman.

obsesi kurus berlebihan :
entah ada apa dengan hal satu ini. tapi, kurasa banyak sekali perempuan yang terobsesi dengan hal bernama kurus, aku salah satunya. akan sangat bermasalah jika seseorang saja (terlebih jika itu lelaki/pujaan hati) yang mengatakan bahwa "kamu gendut". dengan spontan mereka akan menjalankan diet ketat.

ada kasus kekasih dari temanku bahkan diopname beberapa hari karena gejala thypus. ia tidak mengkonsumsi makanan selain buah dan sayur selama satu minggu demi menjadi kurus seperti yang diinginkan kekasihnya. ada pula temanku yang sampai mengikuti program diet bernama OCD, kemudian fitnes, tidak makan malam, tidak minum susu (kecuali low fat), tidak makan makanan dari produk dairy milk, tidak makan daging, dan masih banyak lagi yang lainnya.

nah, tidak salah jika aku memanggil perempuan (dan diriku sendiri) adalah makhluk berlebihan. secara pribadi, aku adalah perempuan yang masuk golongan cemburu berlebihan. karena aku tidak bisa menyembunyikan cemburuku barang sedikit saja (hahaha).

well, entah harus dikontrol atau ya mau diapakan lag pada dasarnya ini sifat, terserah bagaimana kalian menyikapinya. intinya, "jadilah diri sendiri, nyamanlah dengan dirimu sendiri, maka orang akan nyaman terhadap dirimu".

(ew).

Senin, 26 Januari 2015

Ketika Mamak Minta Cucu

Secara jarak, aku tinggal jauh daru kedua orangtuaku. Asliku emang dari sebuah kota kecil di daerah Sumatra, tapi karena tujuh tahun lalu aku ngelanjutin kuliah, aku hijrah ke kota hujan, Bogor. Pertama seumur-umur jauh dari keluarga, dengan posisi aku cuma kenal sama beberapa teman yang kebetulan satu daerah dan ngelanjutin ke kampus yang sama.

Aku masih inget, malem itu hujan pertama yang aku alami di Bogor. As always, hujannya Bogor nggak akan lengkap kalau nggak pake petir/geluduk/gemuruh atau apa lagi itu namanya. Malem itu aku nangis kenceng, karena baru sadar mamak nggak ada disampingku pas petir "teriak" kenceng di langit. Yup..aku anak umur 17 tahun yang (waktu itu) kalo ada petir/geledek bakal nyari mamak dikamarnya, dan ngumpet diketeknya, karena kurasa itu tempat paling aman di dunia ini (haha). Oh iya, sampe lupa, mamak itu sapaan untuk ibu di kampungku, asal katanya dari mama.

Sekarang, sudah tujuh tahun berlalu dari malam itu. Aku sudah lulus dari kuliah sejak tahun 2012 lalu. Beberapa hari yang lalu, pas aku lagi ngobrol via SMS sama mamak, tiba-tiba mamak bilang "pengen punya cucu". Aku yang notabene belum pernah denger kalimat itu, kaget. Aku perempuan 25 tahun, tinggal di perantauan, punya pekerjaan, punya pacar, terbilang jarang pulang ke kampung halaman, dan mamak minta cucu. Artinya?.

Iya, mamakku mengisyaratkan sudah waktunya aku menikah. Yakan nggak mungkin juga aku ngasih mamak cucu tanpa sebelumnya ngasih beliau mantu, ya dong?.

Aku sebenernya belum pengen menikah. Oke, mungkin maksudku, aku pernah ingin menikah, tapi masa itu sudah lewat dua tahun lalu. Terus, apa tega aku bilang gitu ke mamak?. Misal, "nanti-nantilah mak, kalo udah waktunya juga nikah". Atau, "iya sabarlah mak, nanti juga aku nikah kok". Aku cuma jawab, "iya mak, doakan ajalah ya". Dan mamakku balas SMS-ku lagi dengan "tahun depan ya, keburu mamak tua, nggak kuat jagain cucu". Kalo udah gitu, bisa apa coba?. Lagi-lagi cuma bisa jawab, "iya mak, doakan aja ya".

Mungkin karena dulu mamak dinikahi bapak saat masih muda. Pas usia beliau baru 18 tahun. Pas beliau 20 tahun, sudah menetek-i dan mengganti popokku. Sudah lewat lima tahun dari usianya waktu itu. Tapi, aku suka cara mamak yang bertanya dengan tersirat dan tidak langsung ke intinya. Karena mamak yakin, aku akan mengerti bahasa paling sederhana yang ia ucapkan sekalipun.

Kalo diingat-ingat, mamak itu bisa dibilang adalah orang di rumah kami, yang nggak pernah bilang nggak kalo aku minta apapun. Perempuan yang ngedekor ruang tamu di rumah dengan perabot/aksesoris serba merah itu selalu berusaha jawab "iya" kalo aku minta sesuatu. Entah itu ada atau nggak, bisa atau nggak dipenuhi, yang penting iya dulu.

Beliau juga yang berusaha ngeyakinin bapak, buat ngelepas aku hidup dan kerja di kota hujan ini. Mamak pernah berpesan, "apa-apa itu tergantung yakin atau nggak, kalau belum yakin mending nggak usah dijalani daripada setengah-setengah". Itu pas aku "memaksakan" diri buat ikut kata bapak dan menerima pekerjaan yang dipilihkan bapak buatku.

Aku pernah nggak sengaja beberes rumah, dan nemuin buku hariannya. Disana ketulis jelas sebait kalimat, yang bunyinya "sumber kekuatanku adalah anak-anakku". Spontan aku nangis. Ternyata perempuan yang selalu kuat dan tersenyum di depan kami, adalah perempuan yang menganggap aku dan adikku adalah sumber kekuatannya menjalani kehidupan ini.

So, doakan aku ya biar bisa segera memberi mamak mantu, kemudian cucu.


"Tulisan ini disertakan dalam kegiatan Nulis Bareng Ibu. Tulisan lainnya dapat diakses di website http://nulisbarengibu.com

Rabu, 07 Januari 2015

3 Jam Menuju Puncak Prau (2656 mdpl)

hallooo..setelah setahun (karena ini udah 2015) nggak nulis, akhirnya punya bahan lagi nih buat ngoceh. kali ini seputar perjalananku bareng 15 orang teman lainnya ke gunung Prau. 14 orang dari total pasukan adalah orang-orang yang kerja di bank BNI Kota.

mungkin memang belum banyak yang familiar dengan gunung tersebut, kebukti dari yang nanya "itu dimana?". nah, jadi sodara-sodara, gunung Prau ini letaknya di Wonosobo, Jawa Tengah. sebelahan/sodaraan sama dataran tinggi Dieng ya. bisa dibilang satu komplek deh, cuma beda puncak.

kami berangkat tanggal 24 desember, kereta serayu jurusan akhir stasiun Purwekerto. harga tiketnya waktu itu (masih subsidi) Rp. 35.000. berangkat dari Jakarta Kota jam sembilan malam, dan sampai di Purwekerto jam 8 atau 9 pagi (aku lupa persisnya). yang jelas karena kereta ekonomi, jadi ya nyampenya belakangan, mempersilahkan yang keren-keren (eksekutif/bisnis) lewat duluan.

oke, lets the journey begin!!.

sampai di stasiun Purwekerto, mas Adoy (koordinator trip kali ini) sudah menyiapkan 2 angkot carteran yang akan menemani kami selama disini. pak Wawan ini sopir angkot yang kebetulan aku tumpangi, kocak gitu orangnya. pede abbiis dengan kehandalannya menaklukkan jalanan berbatu dan tanjakan itu. dan ini pasukan angkot 2 bisanya cuma ngompor-ngomporin pak Wawan doang, ckckck.

(maksain selfie diangkot : mas Opat, mas Catur, mas Adi, Aku & mas Mul)

kami beruntung karena mas Gian yang asli Purwekerto merelakan rumahnya untuk kami jadikan base camp dadakan pagi itu. kami dihidangi mendoan khas Purwekerto yang piringnya selalu direfil, soto khas Sokaraja, gethuk goreng, dan aneka cemilan, plus teh dan kopi hangat. mayaaann...hemat biaya makan siang, haha. rezeki anak-anak soleh.

jam 11.00 kami mutusin buat ngelanjutin perjalanan ke Wonosobo. setelah perut full tank tentunya, thanks to mas Gian's family, hehe. perjalanan ke Wonosobo kurang lebih makan waktu 3 jam. panasnya Purwekerto mulai berangsur berubah jadi sejuk pas angkot kami mulai masuk ke daerah Wonosobo.

karena masih siang, kami menyempatkan diri main ke dataran tinggi Dieng terlebih dahulu. ke kawah Sikidang dan ke komplek Candi Arjuno. kena tambahan biaya masuk lagi untuk masing-masing objek wisata itu, tapi karena rombongan jadi dapet potongan harga.

(ini pasukan, minus Aku yang motoin, & mas Gian)

(mas Putra, mas Pundi, mas Adoy, mas Panji, mas Apoy, mas Ruslan, kak Pandan, Aku)

(selfie sukaesih di depan kawah Sikidang)

(masih edisi selfie di depan kawah Sikidang)

(selfie everywhere yeuh)

(mas Adoy, Aku, kak Pandan, mas Opat)

(selfie di depan Candi Arjuno)

jam 5 sore kami menyudahi tur hari itu dan milih buat sedikit turun ke daerah Patak Banteng untuk mencari homestay/penginapan. Patak Banteng kebetulan merupakan tempat dimana base camp untuk pendakian ke gunung Prau berdiri, jadi keputusan kami untuk mencari homestay disana dirasa pas. kami mendapat homestay seharga 500 ribu untuk menginap satu malam. fasilitasnya cukup lengkap, yang jelas nyaman buat istirahat ke-16 manusia ini.

karena momen ngumpul memang jarang-jarang, biasanya kalau udah gini pasukan bakal duduk sambil ngopi dan main gaple atau kartu. ada poker warior dan gaple warior malam itu. aku milih pokeran aja, karena nggak paham gimana main gaple. jam 23.00 aku sama kak Pandan mutusin buat istirahat dan pindah tidur ke kamar kami. menyingkir dan menyelamatkan diri dari sarang penyamun, hehe.

jam 04.00 pagi buta mas Adoy udah gedor-gedor kamar nyruruh bangun. karena sudah diniatin mau liat sunrise di bukit Sikunir, aku dan kak Pandan dengan semangat bangun, bebersih, dan sudah duduk manis depan tv sembari nyeruput teh anget buatan para lelaki. tapi ya namanya juga lelaki, jam 5 deh baru bener-bener pasukan udah pada siap. matahari geh udah tinggi, udah nggak berharap lagi ketemu sunrise ini mah.

(view milky way dari bukit Sikunir)
(nggak dapet sunrise, tp dapet selfie)

jalur mau ke puncak Sikunir padat merayap berasa jalanan jakarta. macet nggak cuma di kota ya gais, di gunung juga bisa. banyakan yang pada turun sih ya karena memang mataharinya malu-malu plus ketutup kabut yang cukup tebel, dan kami kesiangan. tapi, okelah minimal nyampe puncak Sikunir dan bisa foto-foto hamparan hijau bukit disebelah-sebelahnya.

jam 08.00 pasukan turun. disamping karena mataharinya memang nggak kelihatan, kami juga masih harus ngelanjutin perjalanan ke puncak Prau, khawatir kesiangan dan keburu hujan.

jam 10.30 kami mulai bergerak meninggalkan base camp Patak Banteng, setelah sebelumnya mengurus perizinan pendakian, dan melengkapi logistik. cuaca masih mendung-mendung syahdu gitu, dingin, adem, enaknya buat tidur ini mah, hehe. menurut mas Adoy yang udah duluan kesini bulan mei lalu, ada 4 pos yang harus dilalui baru sampe puncak. perjalanan normal memakan waktu 3 jam.

(view dari track menuju pos 1 mt.Prau)

(view desa dikaki gunung Prau)

(track dari pos 1 ke pos 2)

(track dari pos 2 ke pos 3)

(masih jalur menuju pos 3)

(track menuju pos 4)
(track pos 4 menuju puncak)
melewati perkampungan, kebun kentang milik petani setempat, dan akhirnya jalanan mulai menanjak dan masuk ke areal hutan. pemandangannya Subhanallah. ini salah satu kenapa aku suka naik-naik, semua kelihatan jelas kalau dilihat dari atas. rumah-rumah penduduk jadi mirip rumah liliput, kecil-kecil nggak beraturan, Telaga Warna dan kawah Sikidang juga kelihatan kecil dari atas sini.

setelah sempat beristirahat beberapa kali, akhirnya jam 13.30 aku dan beberapa teman sampai duluan. kami terbagi ke beberapa kelompok, yang paling belakang yang bawa tenda, karena berat jadi jalannya lebih santai. begitu sampai, kami langsung mendirikan 1 tenda yang dibawa mas Apoy. memilih lokasi yang pas di depannya Sindoro-Sumbing, berharap besok langit bersahabat dan matahari dengan cantiknya bersinar (amin).

(bunga Daisy punyanya mt.Prau)
kurang lebih jam 16.00 sisa pasukan yang jalan pelan sampai juga (Fathan, mas Pundi, mas Catur, mas Panji, dan mas Adoy). ternyata salah satu teman drop dan kelelahan. sore itu aku, kak Pandan, mas Catur, mas Pundi, dan mas Adoy jadi petugas dapur umum. masak mi rebus, omelet sosis, dan susu jahe untuk para pasukan.

setelah selesai makan dan beribadah, karena cuaca terlalu dingin untuk melakukan kegiatan luar, kami masuk tenda masing-masing dan milih buat main poker (lagi). cuma bertahan sampai kurang lebih jam 20.00, akhirnya udara dingin maksa pasukan poker bubar dan pada tidur. tidak demikian dengan gaple warior yang masih bertahan di tenda sebelah (mas Adoy, mas Panji, mas Pundi, mas Apoy, dan kak Pandan).

jam 5 subuh aku sudah bangun. nebeng solat berjamaah di tenda sebelah (anak-anak Bekasi), terus nungguin sunrise setengah kedinginan di depan tenda. tapi sampe jam 6 pun tuh matahari nggak muncul-muncul, cuma ada sih bayangannya dikit, tapi langit asli berkabut parah. sedih.

entah kenapa, pagi itu para lelaki sedang berbaik hati, mereka nggak sibuk minta dimasakin, tapi malah inisiatif masak sendiri, good boy(s).

(Sindoro-Sumbing)

(bahagianya si Sindoro-Sumbing nongol bentaran)

(hei universe)

setelah beres sarapan dan bebenah tenda, jam 9.30 kami turun gunung. mulai gerimis dan cuaca masih aja kabut. frustasi nungguin matahari yang tak kunjung muncul, jadi lebih baik turun gunung aja. sisa hujan semalam bikin jalur jadi becek dan licin. harus lebih hati-hati. memang biasanya waktu yang dibutuhkan buat turun itu lebih singkat, tapi kehati-hatian ekstra itu lebih dibutuhkan pas turun ini.

kanan-kiri jalur sempet ngelihat ada yang longsor dan ekstrim gitu licinnya. batu juga sempat ada yang runtuh, beruntung semua baik-baik aja, kecuali mas Apoy yang kakinya sempet kena "serempet" sama bongkahan batu yang jatoh tadi. dan nggak ada satupun dari kami yang nggak kepleset di jalanan, tapi Alhamdulillah nggak ada yang luka atau cedera, lecet-lecet dikit ada lah ya.

(sisa-sisa semangat untuk selfie)

(Aku, Fathan, mas Pundi, mas Apoy)

jam 11.30 kami sudah sampai di Patak Banteng. beristirahat sebentar, kemudian kami melanjutkan perjalanan. ceritanya sih mau ke Batu Raden, mainan air panas. tapi apa daya, entah kenapa perjalanan balik ke Purwekerto jadi lebih panjang daripada pas berangkat. anak-anak pada tumbang dan mual. pak Wawan makin ugal-ugalan nyetirnya, entah kesambet setan apa dan dimana.

Batu Raden batal, akhirnya mampir lagi ke rumahnya mas Gian buat bebersih. karena kereta ke Jakarta berangkat jam 18.50, jam 18.00 kami semua udah cabut dari rumah mas Gian. dengan sisa-sisa tenaga akhirnya sampai juga di stasiun, beruntung nggak ketinggalan kereta. kan nggak lucu ngegembel nungguin dapet kereta lainnya, 16 orang pula.

di dalam kereta pasukan pada tepar dan pada diem. tidur dan istirahat, cerita-cerita ringan bentar kemudian tewas. lelah amat kayaknya ya, hehe. benar-benar 3 jam menuju puncak yang nggak bisa disepelekan.

kereta sampai di Pasar Senen kurang lebih jam 01.00 dini hari. karena Bogor itu jauh, aku akhirnya nginep dikosannya kak Pandan, dan pulang besok paginya.

aaaa..masih pengen banget liburan. masih pengen bengong nggak jelas gitu di gunung, nungguin matahari terbit, atau deg-degan turun gunung karena licin. well..mari kembali ke realita Enn, dan siapkan perjalanan berikutnya. kemana lagi kita??.

NB : sebaiknya memang ke Prau kalau cuaca bagus kaalu mau dapat banyak bonus pemadangan Sindoro-Sumbing, atau golden sunrisenya Sikunir.

(terimakasih BNI Kota atas liburannya, see u next trip)

(ew).

Rabu, 10 Desember 2014

Tentang Waktu

coretan kali ini bukan cerita, tapi lebih ke beberapa diksi-diksi yang memakai kata WAKTU. kebetulan semua karyaku, tapi kalo ada kesamaan dengan hasil karya siapa saja, aku mungkin mengingatnya karena membacanya di suatu tempat. oke, mari bermain "waktu"..

"aku belajar mencintai waktu. karena ia mengajarkan bahwa luka memang menyakitkan, namun bukan berarti tidak dapat disembuhkan"

"waktu memang begitu ajaib. ia mampu merubahmu, membalikkan perasaanmu, atau membuatmu rela menunggu"

"waktu mengajarkan bahwa apa yang sudah kau lepaskan, terkadang tidak layak untuk kau minta kembali"

"waktu memberiku waktu untuk melepaskanmu, menemukannya, dan memulai hal baru"

"waktu mengajarkanku, apakah aku harus menunggu atau melepaskan"

"waktu terkadang membuatku mengerti bahwa menunggu adalah cara terbaik untuk mencintaimu"

"dimana aku bisa melihatmu tersenyum ke arahku, kuserahkan kepada waktu"

"waktu dimana aku berlari di antara hujan, adalah waktu ketika aku tahu bagaimana rasanya rindu"

"waktu dan rindu adalah dua sejoli yang tidak dapat dipisahkan"

"rindu membuatku paham, bahwa menunggu berarti memang memercayakan semuanya kepada waktu"

"senja dan kamu adalah dua rindu. yang terjadi pada satu waktu".


(ew)

Rabu, 03 Desember 2014

Tanggung Jawab Seorang Laki-laki Itu Lebih Berat


selamat hari kamis semuanya. waktu memang cepat sekali berlalu ya. baru sekali aku merasakan dahsyatnya kemacetan di hari senin, eh ternyata besok sudah jum'at. jangan bilang kalian tidak bahagia ya karena besok jumat? (:p).

ini hasil obrolan singkat kemarin dengan beberapa teman satu ruangan, ditempat aku bekerja. awalnya obrolan terjadi karena aku tidak sengaja nyeletuk, "beban laki-laki itu berat ya. mereka harus bekerja, terkadang harus lembur untuk uang tambahan, kalau sedang dengan pacarnya mereka (naluriah) harus mengeluarkan biaya lebih, dan mereka juga harus memikirkan tabungan untuk masa depan. belum lagi kekhawatiran mereka ditolak oleh keluarga perempuan ketika melamar nanti".

oke, mungkin tidak bisa disebut celetukan karena panjang sekali (haha). ya, anggap saja itu isi kepalaku yang random hari itu.

Reza, teman seruanganku bertanya, "kenapa perempuan harus PD kalau ada yang mendekati?". aku dengan ringan hanya menjawab, "karena laki-laki yang mendekatimu pasti sadar akan kualitas yang kamu miliki". dan semua langsung bersorak, haha aku sudah seperti mbak-mbak di acara talk show yang sedang memberikan closing statement di akhir acara.

ya aku sendiri mulai sadar. laki-laki memang dituntut berpikir lebih. seperti yang tadi sudah kubilang, satu sisi mereka memang berniat menjalin hubungan dengan seorang perempuan secara serius, sisi lain ia juga harus memikirkan penerimaan keluarga perempuan ketika ia mengajukan lamaran untuk anak mereka. nah kalau perempuan? oke jadi akan aku buatkan beberapa beban "moral" dan tanggung jawab yang berbeda antara laki-laki dan perempuan ya..


PDKT
ketika masa PDKT atau pendekatan, biasanya perempuan memang lebih banyak menunggu aksi dari laki-laki. eemm..nggak boleh terlalu agresif, mungkin itu bahasa lainnya. nah, bayangkan mereka (laki-laki). satu sisi mereka harus berusaha mendekatimu, sisi lain dia harus siap jika ditolak, dan sisi lainnya lagi mereka tidak boleh terlihat memberi harapan palsu kepada kalian. berat kan?.

PACARAN
sudah lewat masa pacaran, ada yang bilang biasanya perempuan yang awalnya suka dandan jadi nggak suka dandan, karena ngerasa pasangannya sudah menerimanya sepenuh hati, paham kekurangannya, dan mau menerima apa adanya. laki-laki?. mereka yang sudah sibuk bekerja harus meladeni drama jika perempuannya ngambek/marah karena hal sepele, lembur demi uang tambahan, mikirin waktu untuk ketemuan, dan pas ketemuan mereka secara naluriah (karena mereka laki-laki) harus menanggung biaya ngapel/ngedate kalian. hayo, beratan mana tanggungannya?.

MELAMAR
nggak bisa dipungkiri semua berkeinginan hubungannya maju ke langkah yang lebih serius bukan?. kalau perempuan sih enak, bisa nanya, "kamu kapan ngelamar aku?". hellooo..jangan anggap laki-lakimu (kalau dia memang benar menyayangimu) tidak memikirkannya ya. mereka berpikir, pasti. hanya mereka sebagai makhluk bernama laki-laki itu tidak mau menunjukkan "pikirannya" kepada orang lain. mereka diam-diam akan mulai berpikir untuk biaya pernikahan, tanggapan dan penerimaan kedua orangtuamu, dan rencana-rencana setelah nikah yang kadang tidak terpikirkan oleh perempuan.

PENERIMAAN KELUARGA PASANGAN
laki-laki yang baru pulang dari rumah orangtua kekasihnya bisa saja menjadi "galau" (kalau kata anak zaman sekarang). hal itu lumrah. karena bisa saja penerimaan keluarga perempuan tidak seperti yang ia bayangkan. biasanya orangtua perempuan akan lebih selektif dalam memilih calon yang nantinya akan menjadi pendamping hidup putri mereka. bisa jadi karena suku, pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, sikap, dan masih banyak lagi. kalau perempuan?. sejauh yang aku rasakan sih, jauh lebih ringan. perempuan merasa khawatir dengan status sosialnya. kaya-miskin. terlebih lagi jika laki-lakinya adalah dari keluarga berada, perempuan biasanya akan minder karena hal itu. selebihnya ia lebih percaya diri.

aku tidak akan membahas bagaimana tanggung jawab keduanya ketika menikah ya, karena aku tidak mau melangkahi senior-senior yang sudah menikah duluan (haha :p).

secara garis besar beban laki-laki lebih banyak dan complicated bukan?. jadi, sebaiknya, kalau kamu memang mau menjadi kekasih yang baik, bantulah laki-lakimu setidaknya dengan tidak bersikap terlalu drama. jangan mendesaknya untuk buru-buru menikahimu, jika kamu tidak ingin ia berpikir untuk pergi. dan hargailah ia yang kalau memang terpaksa harus bekerja lebih di luar weekdays, karena bisa jadi itu semua ia lakukan untuknya. tidak ada pasangan yang ingin berjauhan dan tidak bertemu dengan waktu lama. kegiatan dalam sebuah hubungan kan tidak melulu itu-itu saja kan?.

(ew).