Senin, 18 November 2013

my favorite part.

"my favorite part is the night, while you is morning,
if loving you is not right, i dont care because its so amazing"

(kutipan dari novel Cinta, Bernard Batubara)

Kamis, 14 November 2013

kuingat kau saat hujan turun (part I)

selalu suka hujan
wangi tanah semerbak
kesejukan menjalari tubuh
kegembiraan rerumputan
mengisyaratkan alam untuk pasrah
menikmatinya atau tidak sama sekali

selalu suka hujan
mengingatkanku padamu
anak laki-laki yang menangis menatap temanmu menari hujan
anak laki-laki yang membenci hujan
senyumku mengingatmu

berpayung kekesalan akhirnya kau menghambur
mengepalkan tangan
menantang hujan
menengadah ke langit seolah tak ingin kalah

selalu suka hujan, karena disaat itu aku bisa mengingatmu dengan tersenyum.

Minggu, 15 September 2013

Thalia (2 tahun)

Mataku menangkap sebuah senyum manis dari seorang gadis kecil berambut pirang dan keriting di salah satu angkutan umum. Gadis mungil itu duduk tepat didepanku, menebar senyum dengan matanya yang bertanya-tanya akan banyak hal. Umurnya baru dua tahun. Putri dari seorang bule Australia, ibu Indonesia, dan dia sendiri mengikuti ayahnya dengan kewarganegaraan sana (Australia). Belum cukup satu bulan dia ikut ibunya pulang ke Indonesia. Thalia namanya.
Kuajak dia berbicara, dalam bahasa inggris tentunya. Untuk usianya yang masih dua tahun saja, dia termasuk anak yang sudah pandai mengerti kata dan kalimat. Kalimat yang diucapkannya-pun tepat, dan baik. Berikut sepenggal percakapanku dengannya.
A : what is your father's name?
T : heeuuu? (bingung)
M : what is your daddy's name honey?
T : Andrew (tersenyum)
A : can i take a picture with you?
T : heuuu? (bingung-lagi)
M : she wanna take a photo with you
T : ohh yeeaaa (senyum-lagi)
(cekreeeekkk)
T : do it again! (antusias)
A : oke oke
T : (tersenyum puas melihat hasil jepretan fotonya)

*A : aku; T : Thalia; M : Mommy

Berselang beberapa saat, hujan deras sekali. Terlihat genangan air disana-sini. Dengan sumringahnya Thalia berteriak "BEACK mommy, BEACH!!!". Sontak semua penumpang tertawa. Mungkin di negaranya dia tidak pernah melihat genangan air di jalanan, dan atau satu-satunya genangan air yang dia kenal adalah beach alias pantai.
Oke baiklah gadis kecil, Thalia, segeralah dewasa dan belajarlah banyak, suatu saat kau akan tahu bahwa genangan air yang ada di negaraku biasa disebut BANJIR not BEACH. *mmuuuaaaahhhhh*

(me with Thalia)


**note : ternyata kita bisa belajar apa saja dimana saja dengan siapa saja

Rabu, 10 Juli 2013

beautifull sunrise

Mulai mendapatkan hobby baru. Iseng nungguin matahari terbit, nenteng kamera, bediri satu jam-an di teras rumah. Tapi bagus juga sih, jadi sering bangun pagi sekarang, haha..
Cekrek-cekrek yang awalnya cuma iseng ini berubah jadi hobby, sekalian deh buat mengasah skill fotography ku gitu kali ya. Hasilnya, not bad, good enough lah buat pemula/amatiran seperti saya. Bermodalkan kamera, kursi, dan matahari tentunya, nih beberapa hasil jepretan saya..

(rooftop-06:00 WIB)


(rooftop-06:30 WIB)


(rooftop-07:00 WIB)

Gimana? Bagus kan? *nanya sama diri sendiri*. Setidaknya saya bahagia, saya menikmati setiap hasil karya saya meskipun belum bisa dinikmati atau diapresiasi lebih oleh orang lain yang penting tetap mencoba. Setidaknya sudah memberikan kebahagiaan buat aku pribadi..

Minggu, 07 Juli 2013

keteduhan langit, kedamaian kurasakan

Aku menyukai langit sore, warnanya indah, teduh, seperti akan membawa semua kelelahan yang kudapatkan sejenak dapat kulupa karena menatapnya.

(rooftop-bogor-juni 2013)

Kalo langit sorenya lagi bagus, suka deh duduk teras atas rumah sambil "cekrek-cekrek" sama kamera ecek-ecekku buat mengabadikan keindahannya. Senyum sendiri ngeliat hasil jepretanku, bidik lagi, jepret lagi, sampai puas, sampai langit sorenya habis dan berubah jadi gelap.
Meskipun kadang mendung atau hujan suka ikutan nimbrung kalau sore-sore, tapi bakalan selalu aku tunggu keindahan dan keteduhannya :)

Selasa, 02 Juli 2013

hujan dan biarkan..

hujan dan biarkan ia membasuh semua kesedihan.
hujan dan biarkan ia menghilangkan dahaga alam.
hujan dan biarkan ia menyirami hati-hati yang usang.
hujan dan biarkan rerumputan menari-nari menikmatinya.
hujan dan biarkan matahari bersembunyi sejenak.
hujan dan biarkan pelangi muncul jika mungkin.
hujan dan biarkan para pecinta saling merindu.
hujan dan bersyukurlah bahwa Tuhan masih memberimu napas.
hujan dan ciumilah aroma tanah.
dan biarkan hujan menyembunyikan kesedihanmu jika mungkin.


Bogor, 2 Juli 2013.

Senin, 01 Juli 2013

Beach Tour - Jogjakarta

Liburan lalu (Mei 2013) saya memutuskan untuk kembali mengunjungi Jogjakarta. Merasa masih banyak tempat wisata yang belum sempat saya datangi sebelumnya semakin membuat keinginan saya menggebu-gebu.
Karena saya telah merencanakan liburan ini sejak 1 bulan sebelumnya saya berhasil mendapatkan tike kereta kelas AC Ekonomi, dengan harga Rp. 90.000,00 (kereta api Progo). Lengkap dengan tiket untuk kembali ke Jakarta dengan harga Rp. 110.000,00 (kelas AC Ekonomi), Gaya Baru Malam. Salah satu hal yang menguntungkan jika kita telah merancanakan liburan dari jauh-jauh hari adalah : dapat berburu tiket murah/promo, dengan tidak perlu khawatir membatalkan liburan hanya karena tidak mendapat tiket.
Kereta yang saya tumpangi berangkat dari stasiun Pasar Senen pukul 22:00. Perjalanan malam menjadi salah satu pilihan favorit saya karena kita dapat meng-istirahatkan tubuh kita dengan santai setelah lelah seharian. Perjalanan selama kurang lebih delapan jam tidak akan terasa. Kereta merapat ke stasiun Lempuyangan pagi, pikul 06:15. Selamat datang di Jogjakarta.

Dari stasiun saya dijemput menggunakan sepeda motor. Kami bergerak menuju penginapan. Penginapan di daerah sekitaran Jogja juga terkenal dengan harganya yang "low price" dan cukup terjangkau di kantong para traveller/backpacker lover. Penginapan yang saya datangi ini salah satunya, terletak di daerah Bantul. Dengan harga Rp. 90.000/malam harga tersebut tentu cukup murah dengan fasilitas bathroom, fan, double bed, dan breakfast.

Keesokan harinya saya bertolak ke Kec.Gunung Kidul, menuju pantai Indrayanti. Menurut cerita yang saya dapat, pantai tersebut adalah salah satu pantai yang indah dan ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun asing. Perjalanan menunu pantai Indrayanti dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Sarana jalan menuju lokasi sudah cukup bagus.
Memasuki area Gunung Kidul udara beranjak berubah menjadi sejuk. Disekitaran jalan terdapat banyak pohon-pohon rindang dan masih jarang kendaraan umum sehingga polusi masih sangat minim sekali. Memasuki kawasan pantai, kita akan mendapati pos retribusi "satu untuk semua", artinya, satu kali membayar kita sudah dapat menikmati keindahan Indrayanti beserta pantai-pantai lain disekitarnya. Dengan harga hanya sekitaran Rp.10.000,00 (saya lupa harga tepatnya) kita sudah dapat melewati pos tersebut. Kurang lebih tiga jam saja perjalanan menuju Indrayanti.

Karena saya sampai di lokasi saat masih pagi (kira-kira pukul 10:00), pantai masih sepi pengunjung. Di pantai berpasir tersebut kita dapat menyewa payung pantai untuk bersantai dan menghindarkan diri dari panas. Dengan harga Rp. 20.000 kita dapat menyewa payung pantai tersebut sepuasnya/sepanjang hari.

Beberapa pemandangan/view indah yng berhasil saya abadikan dengan kamera saya, akan saya bagikan disini..














Kalau Agan-agan sudah capek main-main air atau foto-foto, bisa ngadem di bawah payung pantainya sambil menikmati es kelapa muda. Dengan harga Rp. 8.000,00 sudah bisa menikmati es kelapa muda sambil melihat ombak atau menonton akan kecil bermain pasir.

Setelah puas di Indrayanti, saya bergerak, pindah, menyusuri garis pantai, dan menuju pantai Krakal dan pulau Drini yang tidak berada terlalu jauh dari Indrayanti.

Hari beranjak sore, saya menyudahi "beach tour" hari ini. Turun menyusuri jalanan berliku, kami memutuskan untuk mampir ke bukit Bintang, merapat ke kedai-kedai makanan di tepi jalan sembari beristirahat, namun karena kami sampai disana belum gelap, sehingga bukit Bintang masih belum terllihat. Hanya bisa melihat Jogjakarta dari atas.
Setelah cukup dengan istirahat, kami memutuskan untuk kembali ke Jogjakarata. Sampai bertemu lagi pantai-pantai lainnya, dan sampai bertemu kembali bukit Bintang dengan bintang-bintangnya.

So, agar liburan kalian lebih menyenangkan dan nyaman : rencakan liburan kalian dari jauh-jauh hari, pastikan kalian mendapat tiket untuk keberangkatan dan pulang, pastikan pula kalian tidak kehabisan kamar penginapan, sehingga liburan kalian tidak menjadi "gone wrong".

Salam travelling lover..